“Begini Pak, saya mendapat perlakuan diskriminasi dari kepala sekolah ditempatnya mengajar saat ini. Yang mana, dirinya akan diberhentikan dari guru mata pelajaran Agama Kristen dengan alasan yang tak masuk akal,” kata Marpaulina.
Menurut Kepala Sekolah, lanjutnya lagi, hasil rapat pihak Sekolah pihak Dinas Pendidikan Kota Medan, tidak akan memakai tenaga Marpaulina sebagai guru honor dengan alasan siswa yang beragama Kristen di sekolah tersebut.
“Sayang dana BOS itu dipakai untuk menggaji dirimu, sementara siswa yang beragama Kristen di sekolah kita saat ini hanya 15 siswa, dari total 152 siswa,” tutur Marpaulina menirukan perkataan sang Kepala Sekolah.
Sementara gaji yang diterima, sambung Paulina, setelah mengabdi hampir 7 tahun mengabdi setiap bulannya hanya 250 ribu rupiah. “Itupun setelah ditambah dengan intensif yang diberikan oleh Pemko Medan baru-baru ini ke rekening saya langsung. Sedangkan guru honor yang baru hasil rekrutan Kepala Sekolah, digaji 500 ribu. Bukankah ini perlakuan diskriminasi Pak?,” ujarnya







