Kasus Penganiayaan Guru SD Sumbul, Polisi Periksa Saksi Tambahan

oleh -197 views
Didampingi korban penganiayaan oknum guru SD Negeri Sumbul, Debora Br Sitepu (saksi) didampingi Ulin Sinik Beru Sinuliingga ketika memberikan keterangan kepada penyidik Polres Tanah Karo. (foto/ Daniel Manik ).

KARO – Terkait kasus penganiayaan di SD Negeri Desa Sumbul No 040463, yang dilakukan oknum guru sekolah itu Riana Br Peranginangin (48) terhadap temannya sesama guru Ulin Sinik Beru Sinulingga (56), Rabu (31/7/2019) lalu di lingkungan sekolahnya itu sendiri, sehingga mengalami luka serius pada bagian lengan sebelah kanan, penyidik Polres Tanah Karo kembali memanggil dan memeriksa saksi tambahan atas permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karo guna melengkapi berkas sebelumnya.

Sebelumnya penyidik Polres Tanah Karo Bragadir Evi sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban dan tersangka sudah diperiksa/dimintai keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus itu, begitu juga hasil visum dokter RSU Kabanjahe sudah disertakan dalam berkas BAP untuk diserahkan kepada Kejari Kabanjahe.


Namun setelah pihak kejaksaan memeriksa berkas itu, pihak Kejari Kabanjahe mengembalikan berkas (P19) ke pihak kepolisian, untuk melengkapinya.

Atas petunjuk Jaksa itu, maka selanjutnya pihak penyidik Polres Tanah Karo kembali memanggil saksi tambahan yang mengetahui kejadian untuk dimintai keterangan guna melengkapi berkas sebelumnya.

Salah seorang saksi yang dipanggil guna dimintai keterangan tambahan bernama, Debora Br Sitepu (45) yang juga berprofesi guru di sekolah itu, guna melengkapi berkas untuk diajukan kembali ke Kejaksaan Negeri Karo.

Kedatangan Debora Sitepu ke ruang Resum Polres Tanah Karo Karo turut didampingi korban penganiayaan Ulin Sinik Br Sinulingga untuk menjalani pemeriksaan saksi.

Disela sela pemeriksaan saksi itu, Ulin Sinik Br Sinulingga mengatakan, hari ini salah satu saksi atas nama Debora Beru Sitepu dipanggil penyidik guna melengkapi berkas supaya diajukan ke Kejaksaan.

“Saya sangat berarap agar kasus ini cepat ditangani dan diajukan ke Kejaksaan Negeri Karo agar selanjutnya disidangkan. Dan kepada pelaku atas nama Riana Beru Sinulingga supaya diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan kejamnya. Karena saat kejadian, dia tidak hanya menganiaya saya, tetapi dengan keji dia juga menghina saya dengan kata-kata kotor yang tidak layak didengar umum. Saya sangat sakit hati dan malu atas ucapannya di depan teman sesama guru dan begitu juga atas penganiayaan yang dilakukannya saat itu,” ujarnya pilu.

“Sekali lagi, saya sangat berharap supaya keadilan ditegakkan, negara kita negara hukum, bagi siapa yang melakukan tindakan melanggar hukum maka dia pantas mendapat ganjaran, “Katanya lagi.

“Mudah-mudahan atas diperiksanya saksi hari ini, berkas aduan saya secepatnya dikirim ke Kejaksaan Negeri Karo. Saya hanya orang biasa dan tidak punya deking sama sekali, namun atas adanya penganiayaan yang menimpa diri saya, wajar saya minta perlindungan dan melaporkannya ke Polisi guna menangani kasus ini, apa lagi teman sesama guru sangat mendukung laporan pengaduan kasus yang menimpa saya,” ujarnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu SIK ketika dikonfirmasi Rabu (2/10/2019) petang melalui Kanit Resum Ipda Togu Siahan mengatakan, perkara itu sudah ditangani dan hari ini salah seorang saksi tambahan bernama Debora Br Sitepu telah dimintai keterangannya atas petunjuk Jaksa guna melengkapi berkas. “Saksi itu sudah diperiksa atas petunjuk jaksa dan begitu juga dokter yang memeriksa korban pada saat diambil visumnya, juga akan kita panggil untuk diperiksa guna melengkapi berkasnya,” ujarnya.

Sebelumnya dikonfirmasi, kenapa Riana Beru Peranginangin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak ditahan, Togu Siahaan mengatakan karena yang bersangkutan koperatif dan wajib lapor selama ini, perkara ini terus dilanjut, sedangkan pasal yang menjeratnya dikenakan dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman selama 2,8 tahun penjara,” ujarnya.

Reporter : Daniel Manik