Ketua Yayasan AT-TAQWA Undang Pendiri dan Tokoh Lintas Elemen, Rapat Khusus Bahas Sejarah Lahirnya Pesantren Sinunukan V

MADINA | Ketua Pengurus Yayasan AT-TAQWA Sinunukan V, H. Wiyono, S.Pd., secara resmi mengundang para pendiri pesantren, pembina yayasan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menghadiri rapat khusus yang akan digelar di Aula Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Undangan tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 05/YAT-SI/SNNK-V/NTL/VI/2026 tertanggal 13 Juni 2026 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan AT-TAQWA Sinunukan V.

Rapat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, (16/06/2026), mulai pukul 09.00 WIB itu mengulas kembali sejarah berdirinya Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V sekaligus memperkuat semangat perjuangan dan nilai-nilai yang melatarbelakangi lahirnya lembaga pendidikan tersebut.

Peserta rapat berasal dari berbagai unsur yang selama ini memiliki keterkaitan dengan perjalanan pesantren, antara lain pembina yayasan, para pendiri dan sesepuh pesantren, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pemudi, pengurus PKK, kepala desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), penasehat hukum, dewan guru, hingga para kepala sekolah dari seluruh jenjang pendidikan yang berada di lingkungan Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V.

Menurut pihak yayasan, keterlibatan berbagai elemen tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menjadikan forum ini sebagai ruang bersama dalam merawat sejarah, mempererat komunikasi, serta memperkuat kebersamaan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan pesantren.

Berdasarkan catatan sejarah masyarakat, lahirnya Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V berawal dari gagasan para sesepuh, tokoh masyarakat, warga transmigrasi asal Jawa, serta masyarakat lokal yang memiliki visi membangun desa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama dan pembinaan karakter.

Pada masa itu berkembang pemahaman bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak diimbangi dengan pendidikan keagamaan berpotensi mengurangi nilai-nilai syukur, kebersamaan, dan akhlak generasi muda. Berangkat dari pemikiran tersebut, para tokoh masyarakat kemudian bersepakat mendirikan sebuah pondok pesantren sebagai solusi pendidikan jangka panjang bagi masyarakat.

Momentum penting pendirian pesantren terjadi pada 10 Januari 2004 ketika Koordinator Desa bersama berbagai elemen masyarakat menggelar musyawarah di kediaman Miswondo, Jalur 2 Desa Sinunukan V.

Dalam musyawarah tersebut disepakati beberapa keputusan strategis, yakni mendirikan Pondok Pesantren Sinunukan V, menetapkan lokasi awal pesantren di kawasan lahan Masjid Jalur 6, menunjuk Ustadz Kiyai Drs. Masmgudi sebagai pengasuh, serta menggalang dukungan masyarakat sebagai fondasi pembangunan pesantren.

Seiring berjalannya waktu, Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V terus berkembang berkat dukungan masyarakat dalam berbagai bentuk, mulai dari infak, wakaf, hibah, bantuan tenaga, hingga semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik agenda rapat tersebut dan berharap kegiatan dapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, musyawarah, serta penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan para pendiri.

Forum ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V lahir dari kerja kolektif masyarakat dan didirikan untuk kepentingan pendidikan umat serta masa depan generasi penerus.

Masyarakat juga berharap seluruh pihak terus menempatkan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama, sehingga proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar di lingkungan Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan semakin berkembang di masa mendatang.
(OD-34)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *