MEDAN | Ketupat menjadi identitas perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Hal tersebut dimanfaatkan sebahagian pedagang di Pasar Sukaramai Kota Medan untuk mendapatkan omset penjulan.
Salah satunya Shiren (53) pedagang ketupat di Pasar Sukaramai Jalan Denai Kota Medan. Ibu yang kesehariannya berdagang daun dan sarang ketupat dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp5000 sampai Rp8000 per ikat Satu ikatnya berisi sepulu, Senin, (8/4/2024)
Dia mengaku menjadi pedagang ketupat setiap harinya bukan hanya jelang lebaran saja. Hasil penjualan jelang lebaran drastis naik 100%
“Lumayalah, cukup untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran nanti, aya sudah berdagang sarang ketupat sudah 20 tahun, keseharian saya memang berdagang ini, bukan hanya saat jelang lebaran saja. Untuk jelang Idul Fitri 1445 H permintaan meningkat, biasanya saya tutup di jam 20:00 ini hingga pukul 22:00 WIB ada membeli daunnya saja dirajut di rumah ada juga yang beli jadi,” jelasnya
Seorang pembeli Rendy mengatakan selalu belanja sarang ketupat saat jelang Lebaran untuk hidangan yang dicampur opor ayam bersama keluarga.
“Setiap menyambut lebaran saya bersama istri selalu membeli sarang ketupat untuk hidangan di hari pertama idul fitri. Ketupat di padu dengan kuah kari atau opor ayam lebih lezat,” sebutnya.
Ketupat menjadi santapan khas menyambut Idul Fitri yang diisi beras maupun pulut / ketan. Sarang ketupat di buat dari daun kelapa muda yang di rajut lalu diisi. Daun kelapa muda di dapat dari hamparan perak dan aceh.
Reporter : Iwan GB







