Aceh  

Kronologis Meninggalnya Imran Samad Sang Jurnalis Acehnews

Almarhum Imran Samad semasa hidupnya

ACEH SELATAN | Duka menyelimuti keluarga besar dan rekan kerja Almarhum Imran Samad bin Tgk Abdul Samad (54), salah seorang pekerja pers yang sehari-hari bertugas untuk Koran Mingguan Haba Rakyat dan Media Online KBB Acehnews

Berbagai informasi terus menyebar luas di media, baik online maupun media cetak ternyata kronologi yang sebenarnya terjadi dari keterangan anak Almarhum Imran Samad atas kesaksiannya.

Setelah berita meninggalnya Imran Samad menyebar di berbagai media, sang putra, yaitu Rizki Sufi Riansyah (21) anak kandung almarhum Imran Samad itu memberi keterangan kepada orbitdigitaldayli Senin (29/5/2023).

Riziki Sufi Riansyah menceritakan kronologi terkait musibah yang merrenggut nyawa ayah kandungya itu.

“Ini saya Rizky Sufi Riansyah (21), anak kandung dari Almarhum Imran Samad, pada sekirar pukul 17.30 WIB, (Sabtu, 27 Mei 2023) ayah saya diterjang ombak. Lalu saya yang berada di samping ayah (melompat) berusaha menyelamatkannya.”

Tapi arus air laut yang sangat deras membawa kami berdua ke tengah laut. Saya mencoba mengapung bersama ayah saya. Tetapi arus yang kuat membuat ayah saya terbawa arus ke tengah laut dalam keadaan lemah.

“Saya berusaha tetap mengapung sampai pertolongan datang dari pemuda gampong setempat dengan melemparkan ban. Lalu saya diselamatkan. Sedangkan ayah saya terus tenggelam dalam arus deras,” katanya.

Menurut anak korban, pemuda gampong kembali lagi ke tempat tenggelamnya ayah yang juga dibantu oleh Tim SAR bersama Pak May Fendri dan BPBD. Tim SAR berhasil menemukan ayahnya dan melakukan pertolongan pertama untuk menyelematkan nyawanya. Selanjutnya ayah dievakuasi ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan. Namun Allah berkehendak lain. Ayahnya meninggal dunia.

“Ayah saya meninggalkan mamak bernama Khaifi (43) dan kakak saya bernama Elsa Amelia (26). Sedangkan saya, anak kedua bernama Rizky Sufi Riansyah yang sedang kuliah di USK/Prodi Teknik Industri Semester VI. Sekarang saya sedang proses untuk magang di PT Juya Aceh Mining (JAM) di Babahrot, Abdya,” sebutnya dengan sekali kali mengusap air mata yang tetus menetes saat menceritakan kronologi kejadian yang dialami berdua dengan sang ayah tercinta,

Reporter : Yunardi