Pemilik toko UD Syahrul mengaku hanya menjual yang berkemasan saja dan inipun sangat susah juga didapat, karena terjadi kelangkaan juga.
“Karena saat dijual cepat habis, maka sekarang pasokan sudah habis total. Setiap minggu toko kita ini selalu dipasok barang oleh distributor, tapi hanya terbatas. Sebelumnya, pasokan sesuai dengan kebutuhan para pedagang, kalau sekarang tidak sama sekali,” katanya.
Dia berharap, kebijakan migor subsidi sangat membantu kalangan masyarakat, namun jangan malah terjadi kelangkaan seperti ini. Seharusnya ditingkatkan suplai minyak goreng agar para ibu-ibu rumah tangga tidak kesusahan untuk mencarinya.
“Kita sangat mendukung kebijakan subsidi ini, akan tetapi kami selaku pedagang sangat susah menjual minyak goreng non subsidi. Belakangan malah migor non subsidi pun sudah didapat,” kata Syahrul.
Reporter: Yunardi







