Miris, SD di Langkat Gunakan Smartboard Tanpa Fasilitas Internet Sekolah

Foto smartboard atau papan tulis interaktif di salah satu SD Negeri di Kabupaten Langkat.

LANGKAT | Sebagian sekolah dasar negeri di Kabupaten Langkat sudah menerima perangkat smartboard atau papan tulis pintar dari proyek pengadaan di Dinas Pendidikan setempat.

Mirisnya, beberapa sekolah penerima smartboard ternyata belum didukung dengan penyediaan fasilitas internet sekolah, melainkan hanya mengandalkan paket internet dari WiFi (hotspot) handphone pribadi.

Alhasil perangkat pintar tersebut belum dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah tersebut sebagaimana tujuan awal proyek itu diadakan oleh Disdik Langkat dasar negeri.

Hal itu diketahui wartawan saat melakukan penelusuran ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 056634 Air Tawar Jalan Diponegoro, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.

Namun, berbeda dengan SD 056621 Suka Mulia, Kacamatan Hinai, yang sebelumnya sudah di fasilitasi internet (WiFi) jauh sebelum menerima dua unit smartboard.

“Sdh ada Wifi kami, Seblm smart board dtg, kami sdh ada. Wifi duluan ada,” ujar Mahani, Kepala SD 056621 kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).

Sebelumnya, wartawan telah melakukan penelusuran ke sejumlah SD di Kecamatan Gebang. Diketahui SD Negeri 056634 Air Tawar belum memiliki fasilitas internet sekolah.

“Penggunaan smartboard untuk anak kelas lV, V, dan kelas Vl, sekolah masih menerima 2 unit smartboard. Fasilitas internet belum ada, masih gunakan hotspot HP,” ujar seorang guru wanita di SD tersebut kepada awak media, Selasa (20/5/2025).

Guru yang mengaku telah lulus sertifikasi PPPK 2024 menyarankan agar wartawan menanyakan langsung kepada kepala sekolah yang saat itu sedang rapat di Kantor Disdik.

“Kalau mau lebih jelasnya lagi bisa ketemu kepala sekolah saja,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, salah satu siswa kelas V mengungkapkan, mereka baru sekali belajar menggunakan smartboard. “Baru satu kali,” ucap murid tersebut.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat mengatasnamakan Gerakan Rakyat untuk Transparansi (GARANSI) Sumut unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Kota Medan, Rabu (21/5).

Mereka mengkritik pengadaan smartboard di sejumlah sekolah di Kabupaten Langkat yang terkesan dipaksakan dan terburu-buru.

Massa mendesak Gubsu Bobby Afif Nasution mencopot Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, yang terindikasi terlibat dugaan korupsi dalam pengadaan smartboard semasa menjabat Pj Bupati Langkat.

Diketahui, pengadaan smartboard tahun 2024 tersebut menyedot anggaran dari P-APBD Kabupaten Langkat sebesar Rp50 miliar, merk ViewSonic Model Number: VS18472 . (OD-20)