Karena itulah, Palit mengharapkan tujuan MTQ yang sudah digelar sejak tahun 1968 ini dapat dikembalikan seperti semula, sehingga di antara kafilah dapat terjalin silaturahmi yang baik dan saling tukar menukar pemikiran selama terlaksananya musabaqah.
Baca juga :Kafilah Sumut Lolos 5 Cabang Final MTQN XXVIII Sumbar
Palit juga mengkritisi bergesernya tujuan pembentukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Dikatakannya, tujuan inti dari lembaga ini adalah untuk mengembangkan Alquran di Indonesia, memberantas buta baca Alquran, mendorong pemerintah untuk melahirkan peraturan daerah tentang kewajiban pandai baca Alquran, serta menjadikan imam-imam salat lebih mahir untuk membaca Alquran.
“Tujuan pembentukan LPTQ mulai bergeser. Jadi sekarang LPTQ ini terkesan hanya menjadi panitia untuk penyelenggaraan musabaqah dari tingkat pusat hingga daerah,” tegasnya.
Kafilah asal Sumut, Rizky Maulana mengharapkan keberadaan LPTQ ke depannya dapat semakin lebih baik. “Harapannya LPTQ selain memberikan bimbingan kepada kafilah untuk meraih prestasi pada musabaqah, diharapkan juga dapat mendorong masing-masing kafilah meningkatkan amalannya kepada Allah SWT. Dengan begitu para kafilah semakin dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai kandungan Alquran dalam kehidupannya,” kata peserta yang masuk babak final MTQ untuk cabang hapalan 20 juz.CR-03







