Pemprov Gandeng Kajati Sumut Bangun Generasi Qurani Berintegritas

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap didampingi Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, Ketua LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung, dan Kabiro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Abu Kosim di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut. (Diskominfo Sumut).

MEDAN | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara gandeng Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin guna memberikan motivasi dan pembekalan kepada para kafilah seluruh kabupaten/kota se-Sumut.

‎Pemprov Sumut, tidak hanya menyiapkan ajang kompetisi tilawah dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumut, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter para peserta.

‎Alhasil, Kajati Sumut Muhibuddin pun dijadwalkan hadir memberikan arahan saat pembukaan MTQ ke-40 yang akan berlangsung di Kota Medan.

‎Kehadiran Muhibuddin diharapkan mampu menginspirasi generasi muda agar tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca dan menghafal Alquran, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

‎Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap saat bersilaturahmi dengan Kajatisu di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin (8/6/2026).

‎”Kehadiran kami untuk mengundang Pak Kajati agar berkenan memberikan bimbingan dan motivasi kepada seluruh peserta serta kontingen MTQ dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara,” ujar Sulaiman.

‎Menurutnya, MTQ ke-40 Tahun 2026 mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah”.

‎Tema tersebut mencerminkan semangat membangun generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman Alquran yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

‎MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumut dijadwalkan berlangsung pada 15-24 Juni 2026 dan dipusatkan di kawasan Gedung Astaka, Jalan Willem Iskandar (Pancing), Medan.

‎Menanggapi undangan, Muhibuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

‎Muhibuddin menilai momentum MTQ menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

‎”Sumut ini barometer. Persoalannya, mau tidak mengubah semua urusan uang tunai menjadi semua urusan tuntas. Untuk mengubah memang tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin,” ujarnya.

‎Muhibuddin menegaskan, MTQ tidak semestinya hanya menjadi ajang perlombaan membaca atau melantunkan ayat suci Alquran.

‎Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu mendorong lahirnya generasi yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.

‎”Menghafal Alquran jangan hanya sekadar menghafal. Lebih baik mengamalkan satu ayat daripada hanya menghafalnya tanpa diterapkan dalam kehidupan,” kata Muhibuddin.

‎Muhibuddin yang baru tiga bulan bertugas di Sumatera Utara itu juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai Alquran sebagai landasan menjalankan amanah dan pekerjaan.

‎Menurutnya, setiap tugas harus dilaksanakan sesuai aturan dan prinsip kejujuran agar terhindar dari perbuatan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.

‎Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, Ketua LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Abu Kosim, para tokoh agama, serta jajaran pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumut. (OM-09/Kominfo Sumut).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *