Aceh  

Mulai Mengeluh, Pedagang RTH Tapaktuan Minta Keringanan Retribusi

Sejumlah Warung kuliner di bibir pantai RTH Keren Taman Pala Indah Tapaktuan, banyak yang tertutup dimasa pandemi Covid 19 Namun kewajiban pembayaran retribusi tetap berjalan. (orbitdigitaldaily.com/Yunardi.M.IS)

ACEHSELATAN – Pedagang Warung Kopi (warkop) dan warung nasi (Warnas) di kawasan objek wisata Kota Tapaktuan Ruang Terbuka Hijau Taman Pala Indah mengeluh karena omset terus tergerus dihantam Pandemi Covid-19.

Alhasil sejumlah pedagang kuliner ini meminta keringanan restribusi.

Pasalnya, sejak diberlakukannya sosial distancing guna pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 dan himbauan penutupan beberapa lokasi warung penjualan menyebabkan pendapatan pedagang kuliner di RTH, Tapaktuan menurun.

“Kegiatan jualan dagangan kami di kawasan  objek wisata Taman Pala Indah ini sangat terbatas, karena dibukapun sangat kurangnya pembeli sehingga beberapa makanan menjadi basi,” ungkap Linda salahseorang pembuka usaha warung di kawasan wisata tersebut ketika diwawancarai orbitdigitaldaily.com, Jumat (5/6/2020)

Ia menyebut, selain kurangnya pendatang juga sangat berpengaruhnya terhadap ekonomi. “Yang terus melanda dan terimbas adalah pengusaha seperti kami ini,” ungkapnya.

Karenanya, atas nama para pedagang kuliner di wilayah itu, Linda meminta  Pemkab Aceh Selatan melalui Bidang Pendapatan di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dapat menurunkan biaya retribusi yang harus disetorkan.

“Hal ini sifatnya sementara semasa pandemi Covid dan jika telah normal dapat dinaikkan kembali,” tambah linda berharap dan mengaku setiap bulannya menyetorkan sekira 900 ribu lebih biaya rettibusi setiap bulannya berdasar luas lokasi yang digunakan.

Dia mengaku tidak keberatan atas jumlah tersebut sekira dalam kondisi normal.

Selain itu, ibu rumah tangga ini juga menyarankan Pemkab Aceh Selatan membangun sejumlah pondok-pondok baru di atas batu tanggul penahan ombak.

Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke RTH yang akan berdampak bertambahnya income pedagang didaerah itu.

Kepala BPKD Aceh Selatan Syamsul Bahri kepada wartawan terkait permintaan pedagang ini menyatakan pihaknya belum menerima permohonan pengurangan retribusi dari pedagang selama pandemi corona ini.

“Belum masuk ke kami permohonannya, walaupun kami menyadari dampak pandemi corona ini telah menyerang sendi-sendi perekonomian masyarakat. Bagaimanapun tertip adiministrasi tetap kami kedepankan,” terang Syamsul melalui telepon seluler Ba’da Jumat.

Sambungnya, jika telah masuk permohonan dari mereka. “Akan kami pelajari dan seberapa pantas pengurangan diberlakukan, bahkan bisa jadi digratiskan,” tutupnya.

Reporter: Yunadi M.IS