Pacuan Kuda Tradisional Gayo Resmi Dibuka

Wakil Bupati dan Staf Ahli Pemerintaham, Hukum dan Politik Gubernur Aceh. ORBIT/Putra.

GAYOLUES (orbitdigital): Ratusan kuda pacu dari Empat Kabupaten serumpun yakni, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, akan unjuk kecepatan dalam perhelatan Pacuan Kuda Tradisional yang berlangsung di Stadion Buntul Nege Blangsere Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues, yang dimulai sejak 29 Juli hingga 4 Agustus 2019 mendatang.

Bahkan event yang digelar rutin setiap tahunnya ini, akan memperlombakan berbagai kelas. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Syafruddin, S.Sos, saat menyampaikan laporannya pada pembukaan kegiatan tersebut, yang berlangsung di Stadion Buntul Nege Blangsere Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues, Senin (29/7/2019).

Kadis Pariwisata Gayo Lues ini juga merincikan, masing-masing Kabupaten membawa jumlah kuda pacu yang akan diperlombakan dalam event ini berpariasi, seperti, Kabupaten Aceh Tengah membawa 57 ekor kuda, Bener Meriah 57, Aceh Tenggara 13 dan Kabupaten Gayo Lues sebagai tuan rumah membawa 59 ekor kuda.

“Kepada Gubernur Aceh melalui Staf Ahli Gubernur, kami mengharapkan, agar Kabupaten lain yang ada di Provinsi Aceh ini, bisa ikut dan berpartisifasi dalam memeriahkan pacuan kuda tradisional ini,” pintanya, seraya mengucapkan selamat menyaksikan Pacuan Kuda Tradisional 2019, semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan sukses.

Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani, dalam sambutannya menyampaikan, Pacuan Kuda Tradisional ini merupakan event yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya dan diikuti Empat Kabupaten serumpun, dengan harapan, tradisi Gayo yang sudah ada sejak dulu bisa terus dilestarikan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah menggelar kegiatan ini. Kemudian,
kami juga meminta dewan juri untuk bersikap adil dalam memberikan nilai serta sportif dan bertanggungjawab,” tandasnya dan mengingatkan para peserta untuk menjaga ketertiban dan sportivitas demi kelancaran kegiatan ini.

Tak lupa, Said Sani juga meminta masyarakat untuk menghindari segala kegiatan yang bertentangan dengan Syariat Islam dan perundang-undangan yang ada, selama event pacuan kuda ini berlangsung.

Dikesempatan yang sama, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Gubernur Aceh, Drs H Racmat Fitra. Hd.

MDA yang membacakan pidato Gubernur Aceh mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Gayo Lues, yang telah melestarikan tradisi pacuan kuda.

“Kami berharap, pacuan kuda ini tidak hanya menjadi objek wisata saja, namun harus bisa menjadi event pemersatu berbagai wilayah Kabupaten yang ada di Aceh,” sampainya.

Bahkan sambungnya, kedepan event ini bisa menjadi agenda dalam kegiatan Provinsi Aceh. “Kami minta kepada masyarakat, agar pacuan kuda ini dapat terus dilestarikan dan dipertahankan. Inilah milik kita,” tuturnya dan melanjutkan, agar seluruh peserta lomba untuk selalu menjaga ketertiban bersama.

Tampak hadir dalam acara pembukaan itu, Wakil Bupati Gayo Lues, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Gubernur Aceh, Forkopimda, perwakilan dari Kabupaten lain, anggota DPRK, Kepala SKPK serta para tamu undangan.on-put