Senjata Air Gun di Bengkel
Tak hanya itu, suami korban juga menjadi sasaran amukan pelaku lain bernama Zul Yarham Lubis. Mereka kemudian dipaksa untuk balik arah meninggalkan lokasi kejadian.
“Para pelaku mengaku melakukan pemukulan karena korban berhenti di depan terowongan rel dengan alasan korban membuat macet. Para pelaku menyuruh korban jalan, tetapi korban tidak mau karena posisi di atas rel sedang terjadi tawuran,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi.
Bimo menambahkan, saat itu pelaku Julpikar melihat koban mengeluarkan telepon seluler. Seketika itu juga preman kampung ini menendang perut korban karena takut aksi tawuran itu diviralkan.
“Setelah menendang korban, pelaku Julpikar pergi ke salah satu bengkel di sekitar lokasi dan mengambil senjata air gun. Pelaku menggunakan senjata itu untuk menakut-nakuti para korban agar pergi dari lokasi kejadian itu. Sementara pelaku lain bernama Zul Yarham memukuli suami korban berulang kali,” beber Bimo.
Para pelaku kini ditahan di Polrestabes Medan dan dijerat dengan Pasal 262 juncto Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Mereka diancam dengan hukuman 5 tahun penjara. (OD-20/Rel)







