Pembangunan Jalan Kampung Baru-Danau Paris Perpendek Jalur Singkil-Tapteng

oleh -187 views
Para anggota DPR Aceh saat pertemuan di Oprrom Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (10/7/2020)

ACEH SINGKIL- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil mengusulkan kepada DPR Aceh, agar membangun jalan dari Desa Kampung Baru tembus Kecamatan Danau Paris dan Tapanuli Tengah Sumut.

Sebab akses tersebut memperpendek jarak tempuh masyarakat dari Singkil yang hendak ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga Sumut, maupun Padang Sumatera Barat, kata Lesdin Tumangger salah satu Anggota DPRK Aceh Singkil dihadapan anggota DPR Aceh, yang sedang melakukan Panitia Khusus (Pansus) kegiatan Otsus 2019 di Aceh Singkil, Jumat (10/7) kemarin.

Disebutkannya, Singkil masih disebut sebagai daerah tertinggal dan miskin. Sehingga dengan upaya pemerintah melakukan peningkatan jalan Kampung Baru-Danau Paris serta membuka jalan Singkil-Kuala Baru-Trumon Aceh Selatan, dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.

Karena daerah ini bakal menjadi lintasan masyarakat Aceh yang hendak ke Padang, begitu juga sebaliknya warga Sumut lebih dekat hendak ke Aceh maupun Sinabang serta Gunung Sitoli melalui jalur laut.

Singkil akan menjadi pusat transit. Melalui jalan utama, Danau Paris-Simpang Kanan-Singkil jarak tempuh sekitar mencapai 70 kilometer. Jika terbuka jalan aspal dari Kampung Baru Kecamatan Singkil Utara-Danau Paris melewati lintasan perkebunan sawit Astra dan Delima, ke perbatasan Aceh Singkil-Tapanuli Tengah, hanya sekitar 6-7 kilometer. “Jelas memperpendek jarak tempuh puluhan kilometer,” ucap Lesdin.

Disamping itu, untuk memperbaiki ekonomi masyarakat, kelapa sawit menjadi komoditi unggulan Aceh Singkil. Dengan 7 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Aceh Singkil. Alangkah baiknya pelabuhan CPO yang sudah dibangun bisa segera fungsional.

Dengan demikian bisa ekspor CPO langsung dan tidak lagi melalui jalan darat menuju Belawan Sumut. Dan ini sangat membantu masyarakat dan memangkas biaya transportasi. “Pedagang kecil di lintasan juga akan merasakan hasilnya,” sebut Lesdin.

Sementara itu Fakhrudin Pardosi menekankan agar para Anggota DPR Aceh tidak hanya menghimpun suara di Aceh Singkil, untuk duduk di kursi wakil rakyat tersebut.

Namun harus mendukung pembangunan daerah tersebut. Salah satunya dengan mengawal program pengerukan pendangkalan Anak Laut Singkil Utara. Sehingga kapal-kapal besar bisa kembali masuk seperti awal kejayaan Singkil yang menjadi pusat perdagangan Internasional melalui Pelabuhan Laut Singkil.

Pardosi meminta kepada Pemerintah Aceh harus memberikan program pembangunan yang sama dengan daerah Aceh lain. Sehingga perwakilan DPRA melalui Dapil IX dapat mengawal program kegiatan pembangunan Aceh Singkil, sebutnya

Reporter : Saleh