Dalam pidato tersebut, Menteri Nadiem menyampaikan bahwa para guru dari Sabang sampai Merauke telah menjalani tahun yang penuh ujian, dengan adanya pandemi.
Para guru terpukul secara ekonomi, kesehatan dan batin. Namun demikian, pandemi ini nyatanya tidak memadamkan semangat para guru.
Melalui kebijakan Merdeka Belajar, diantaranya program penyederhanaan kurikulum, telah melahirkan berbagai inovasi pembelajaran.
Kebijakan Merdeka Belajar ini telah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan yang menuju ke depan, kepada suatu tujuan utama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada kesempatan ini pula, Bupati Amran secara khusus atas nama pribadi dan pemerintah daerah, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, khususnya yang telah mengabdikan dan mendedikasikan dirinya untuk mencerdaskan putra-putri Aceh Selatan.
“Tidak akan ada Bupati, tidak akan ada Sekda, Kepala SKPK, Camat, dan berbagai pencapaian lainnya, tanpa pengorbanan dan jerih payah seorang guru dalam mendidik mereka semua. Seorang guru mendedikasikan dirinya, dengan seluruh daya upaya yang dimilikinya, bahkan sepanjang hidupnya, tidak lain dan tidak bukan, untuk tercapainya sebuah tujuan mulia, mencerdaskan anak bangsa, siapapun dia,” ujarnya.
Reporter: Yunardi







