“Kedua kapasitas kemampuaan keuangan daerah berdasarkan dinamika yang terjadi pada akhir-akhir ini baik ditingkat pusat maupun daerah, APBD tidak lagi menjadi instrument utama akan tetapi berubah fungsi menjadi instrumen pendukung dalam pembangunan daerah,” katanya.
“Sebagai contoh, Pemerintah Daerah tidak dapat membangun pabrik atau industri akan tetapi pemerintah daerah dituntut untuk dapat memposisikan daerah agar siap menjadi kawasan industri. Pemerintah Daerah dituntut untuk mendorong partisipasi masyarakat dan swasta dalam menumbuh kembangkan sektor-sektor ekonomi Daerah, karena hanya dengan demikian ekologi ekonomi akan terbentuk sempurna dalam menciptakan keseimbangan bukan ketimpangan,” jelasnya.
“Efektivitas dan Efisiensi juga harus menjadi perhatian utama dalam penatalaksanaan APBD, beberapa regulasi telah ditetapkan dan wajib dilaksanakan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi anggaran,” katanya.
“Ketiga solidaritas dan kepedulian sosial, solidaritas dan kepedulian sosial harus dijaga untuk masa depan kita semua. Gejala-gejala sosial perlahan muncul akibat gempuran budaya negatif serta paham liberalisme harus dicegah sedini mungkin,” bebernya.
Kemudian, Marzuki Hamid juga mengajak membangun Kota Langsa tercinta, keterlibatan swasta melalui peran CSR (Corporate Social Responsibility) untuk menumbuhkan kembangkan kecintaan dan dukungan dari masyarakat. Dengan cinta dan dukungan dari masyarakat, swasta dapat terus tumbuh dan berkembang secara optimal.
Selain itu, ia juga mengimbau untuk lebih mencintai produk-produk Kota Langsa, mari dukung penuh pejuang-pejuang usaha mikro masyarakat Kota Langsa untuk kemaslahatan bersama.
Reporter : Rusdi Hanafiah







