Penurunan Stunting di Kota Tanjungbalai Terus Dilakukan, Ini Pesan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal bersama Kadis PPKB Tanjungbalai, Hj. Ernawati berfoto bersama di depan Kantor Dinas PPKB Kota Tanjungbalai. (Foto/Ist)

TANJUNGBALAI – Sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 angka stunting di Kota Tanjungbalai masuk pada zona kuning atau berada diangka 26,1% sehingga diharapkan bisa turun menjadi 14 % di tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut, Muhammad Irzal kepada wartawan, Rabu (27/4/2022).

Sehingga Irzal menyampaikan beberapa masukan secara khusus pemaparan prioritas percepatan penurunan stunting di Kota Tanjungbalai.

Bahwa untuk melihat pencapaian program di Sumut maka salah satunya harus diperhatikan adalah pencatatan pelaporan di keluarga berencana.

“Jadi, di keluarga berencana itu apa yang dilakukan, harus dicatat dan terlaporkan. Jadi ada sistem baku yang namanya sekarang adalah New Sistem Informasi Keluarga (NEWSIGA) jadi sistem informasi keluarga terbaru, disitulah akan menjadi satu data yang paling valid, uptodate dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Menurut kata Irzal hal yang perlu diperhatikan oleh para kader dan PLKB adalah yang pertama membuat rencana kerja, baik mingguan, bulanan, ataupun tahunan.

“Sehingga akan mempunyai satu produk sistem yang bekerja. Sehingga yang dilaporkan itu memang salah satu data keluarga yang update dan dapat dipercaya dan semua datanya rill,” terang Irzal.

Irzal juga menyampaikan tentang bagaimana bisa menjadikan Sumut untuk mendapatkan peserta KB yang meningkat, bisa turun dari 29,9% pada tahun 2021 diperoleh untuk menjadi angka 17% tahun 2022.