Toba  

Peringati HUT ke-27, Bupati Toba Ajak Semua Pihak Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu didampingi Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan harapan agar momentum hari jadi ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh pihak untuk terus berbenah demi kemajuan daerah.

TOBA | Pemerintah dan DPRD Kabupaten Toba memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 kabupaten tersebut melalui rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD pada Senin (9/3/2026). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang daerah sejak pembentukannya hingga berbagai dinamika pembangunan yang telah dilalui.

Dalam rapat paripurna tersebut, sejarah singkat perjalanan daerah dibacakan oleh Sekretaris Daerah Toba Paber Napitupulu, yang menjelaskan bahwa perjalanan Kabupaten Toba bermula dari terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Mandailing Natal.

Undang-undang tersebut menjadi dasar lahirnya pemerintahan daerah yang kemudian diresmikan pada 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia di Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Seiring perjalanan waktu, Kabupaten Toba mengalami berbagai dinamika pemerintahan dan pembangunan, termasuk pemekaran wilayah administratif berupa kecamatan dan desa. Salah satu peristiwa penting dalam perjalanan daerah ini adalah pemekaran wilayah yang melahirkan Kabupaten Samosir sebagai daerah otonom baru.

Setelah terbentuknya Kabupaten Samosir, nama Kabupaten Toba Samosir dinilai tidak lagi relevan secara geografis dan administratif. Pemerintah pusat kemudian menetapkan perubahan nama daerah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2020 tentang Perubahan Nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba di Provinsi Sumatera Utara.

Terus Berbenah

Perubahan nama tersebut secara resmi diserahkan oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri bersamaan dengan peringatan Hari Jadi ke-21 Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu didampingi Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus menyampaikan harapan agar momentum hari jadi ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh pihak untuk terus berbenah demi kemajuan daerah.

Menurut Bupati, perjalanan 27 tahun Kabupaten Toba merupakan proses panjang yang penuh dinamika, tantangan, serta berbagai upaya pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap Kabupaten Toba terus berbenah menuju Toba yang mantap dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujar Bupati kepada awak media usai rapat paripurna.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan partisipasi berbagai pihak, termasuk stakeholder dan insan pers, dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kritik dan masukan sangat diperlukan dalam proses pembangunan, selama disampaikan secara konstruktif dan bertujuan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

“Kami berharap saran dan masukan yang diberikan adalah saran yang membangun, bukan dalam rangka menyerang secara pribadi. Kepemimpinan kami untuk satu periode ke depan tentu masih memiliki banyak kekurangan, sehingga kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk membangun Kabupaten Toba menjadi lebih baik,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah, mengingat tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Rapat paripurna HUT ke-27 Kabupaten Toba tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Toba, Sekretaris Daerah, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Selain itu, hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Toba, staf ahli TP PKK, Ketua Bhayangkari Kabupaten Toba, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toba, mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati Toba, organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta insan pers.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan kolektif terhadap pembangunan daerah sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam memperingati perjalanan panjang Kabupaten Toba sejak berdiri hingga saat ini.

Peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diharapkan menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

Dengan usia yang telah mencapai 27 tahun, Kabupaten Toba diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta memaksimalkan potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Maria)