PKKMB USU 2021 Digelar Untuk Pertama Kalinya dengan Konsep Panggung Virtual

Lebih jauh ia mengingatkan, bahwa disrupsi itu lebih dari perubahan radikal. Disrupsi adalah perubahan up size down, terutama perubahan dari analog ke perubahan digital. Setiap mahasiswa memiliki talentanya masing-masing yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. Itulah kesempatan yang diberikan di kampus saat ini yang disebut dengan Merdeka Belajar.

“Saudara punya kemerdekaan untuk belajar dari dosen dan orang lain. Kurikulum terus akan berproses menjadi lebih terbuka dan memberikan kesempatan kepada Saudara untuk mengeksplore ilmu pengetahuan yang lain. Kampus diberikan kesempatan untuk merdeka yaitu Kampus Merdeka. Kesempatan ini harus dieksplorasi semaksimal mungkin, karena pada akhirnya Saudara dimandatkan untuk dua hal sekaligus yang sangat penting, yaitu bekerja untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa,” tandasnya.

Ketua Majelis Wali Amanat USU Dr Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir pada kesempatan yang sama menegaskan USU memiliki tanggung jawab sebagai lembaga yang membentuk karakter. Bukan sekadar membangun intelektualitas belaka, namun juga kemanusiaan dan peradaban.

Hadir dalam pembukaan PKKMB, Ketua Senat Akademik USU, Ketua Dewan Guru Besar USU, para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan fakultas serta dosen. Jumlah mahasiswa/mahasiswi baru USU tersebut terdiri dari 2.131 mahasiswa yang lolos seleksi jalur SNMPTN, 2.463 mahasiswa jalur SBMPTN, 2.889 mahasiswa jalur SMM dan 1.170 dari jalur SPMPD. (Rel/Diva Swanda)