Polisi Tutup Lokasi Judi di Karo

oleh -987 views
Petugas kepolisian Pores Tanah Karo menutup dan menyegel ruko yang dijadikan tempat perjudian di Kota Kabanjahe. ORBIT/Ist.

 KABANJAHE (orbitdigital): Semula tempat perjudian yang “bertebaran” di sejumlah tempat di kota Kabanjahe hingga ke desa-desa di Karo aman-aman saja beroperasi. Seolah-olah aparat kepolisian tutup mata untuk mengambil tindakan tegas, sehingga ada kesan pembiaran  setiap laporan masyarakat yang masuk, karena tidak pernah mendapat direspon  dari aparat penegak hukum itu.

Padahal, Polres Karo telah berkomitmen dengan pernyataan tertulisnya untuk tidak memberikan ruang bagi pengelola atau bandar-bandar judi di Karo. Seakan-akan para bandar judi menganggap undang-undang yang tertulis dalam KUHP pasal 303 tentang perjudian hanya hiasan diatas kertas yang tak perlu dituruti dan aparat kepolisian ikut ‘tutup mata’ juga.

Yang lucunya lagi, setelah lintas agama dan elemen masyarakat Karo di Kabupaten Karo menyorot dan menyambangi gedung DPRD Karo kemarin. Jajaran Kepolisian Resort Karo baru bertindak dan melakukan ‘action’ menyegel lokasi-lokasi perjudian yang beromzet besar di beberapa tempat di Kota Kabanjahe, salah satunya di Jalan Sukaraja Munte, Kelurahan Padang Mas.

“Sebenarnya, kami sudah resah dengan adanya perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) disini. Tiap hari, gak pagi, siang dan tengah malam selalu ribut. Entah dari mana saja orang-orang yang datang bermain disini,” ujar sumber berinisial LG (30), Rabu (24/7/2019) di sekitar lokasi perjudian yang telah disegel polisi Selasa tengah malam.

Ia mengaku, tahu persis seluk-beluk tempat perjudian itu. Karena rumahnya dekat sekali dengan lokasi judi itu hanya kelang 2 rumah.

Diceritakannya, jika didalam tempat perjudian itu ada sekitar lima mesin ketangkasan jenis ikan-ikan atau populernya tembak ikan. Diperkirakan tiap harinya ada ratusan orang gonta-ganti di meja-meja perjudian itu.

“Paling banyak kaum laki-laki, ada yang muda dan tua. Ada juga beberapa perempuan, entah dia itu hanya sebagai penjaga meja atau ikut main,” ujarnya.

Tambah LG, setiap hari tanpa ada tanggal merah, para pemain game tembak ikan selalu stay di lokasi.  Mereka sebelumnya harus mengisi poin yang paling kecil Rp.10 ribu sebanyak 1000 poin kepada kasir kemudian si pemain memainkannya dengan cara menembak gambar ikan atau hewan yang ada di layar.

“Setahuku, tempat judi itu sudah lama dibuka. Hampir setahun lebih beroperasi. Jadi kami heran, kenapa polisi gak menggerebeknya. Sementara tempatnya berada ditengah kota dan di depan jalan besar. Bahkan kami sering lihat kalau mobil patroli sering lewat disini. Masa mereka gak tau kalau disitu tempat perjudian?,”ujarnya mengakhiri pembicaraan dengan mimik wajah yang heran.

Terpisah, sejumlah warga di Jalan Sukaraja Munte yang tinggal di dekat lokasi perjudian itu meminta agar Polres Karo jangan sampai lengah dengan berkembangnya judi berkedok gelanggang permainan (gelper).  Polisi harus segera mengambil tindakan cepat dengan menggulung judi-judi dalam bentuk apapun yang berada di Karo.

”Jangan setelah elemen masyarakat dan lintas agama pada menyorot baru polisi bekerja. Jadi jangan tersinggung bila polisi dikritik habis-habisan oleh masyarakat dan ditulis wartawan. Polres harus segera menyikapi, bila perlu menurunkan mata-mata untuk memantau aktifitas di lokasi yang diinformasikan,”ujar salah seorang warga berinisial  AP (46)  

Sebab bagaimanapun juga, sambungnya lagi, gelanggang permainan yang berbau judi itu harus dibasmi dari Tanah Karo. Karena sudah terlalu bebas dan tak pernah tersentuh hukum.

“Kita berharap aparatur pemerintah daerah untuk dapat pro aktif memantau wilayahnya. Jangan membuat masyarakat resah karena ada kegiatan ilegal. Sebab untuk keamanan dan kenyamanan itu tidak semata jadi tanggungjawab aparat kepolisian,” pungkas AP. Od-23.