Proyek Hotmix Simpang Provinsi Palas Disorot

oleh -395 views
Proyek peningkatan jalan simpang provinsi tanjung baringin Simarulak di pertanyakan, Selasa (15/10/2019).

PALAS –Proyek pembangunan hotmik atau peningkatan Jalan Simpang Provinsi, Tanjung Baringin Simarulak, Kabupaten Palas senilai Rp2,9 miliar jadi sorotan.

Pasalnya  dalam plank proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Tahun 2019 itu tidak menerangkan berapa volume proyek. 

Dalam plank itu hanya mengungkapkan pagu anggaran dan nama pelaksana proyek, CV Amin Martua dan PT Artek Utama consultan sebagai consultan pengawas yang tertera.

Sementara itu, berapa lama jangka waktu pengerjaan dan volume proyek dikosongkan. 

Akibat tidak dicantumkannya berapa volume proyek membuat tanda tanya bagi. Terlebih Jalan Simpang Provinsi yang menjadi jalan alternatif menuju ke kantor DPRD Palas dan selalu ramai dilewati. 

“Memang saya perhatikan di plank merek proyek tidak dicantumkan berapa volumenya, biasanya setiap plank merek proyek semua dicantumkan dan tertulis secara rinci,” ujar P Daulay, Selasa (15/10) sesaat melintas di Jalan Simpang Provinsi, proyek yang dilaksanakan itu. 

Daulay juga mempertanyakan, apa maksud rekanan maupun Dinas PU tidak mencantumkan seluruh item yang menjadi hak publik untuk mengetahuinya.

Karena plank merek adalah informasi bagi masyarakat untuk bisa memantau, mengontrol setiap jalannya proyek. 

“Disitu jelas tertulis proyek ini dibangun dari hasil pembayaran pajak dan retribusi anda, kok informasi yang begitupun harus ditutupi,” tukasnya. 

Anehnya lagi, proyek ini terputus-putus. Sehingga menambah tanda tanya bagi warga. Satu titik berada di Kecamatan Barumun, dan satu titik di kecamatan Barumun Selatan. 

“Kalau dalam papan plan tertera di Kecamatan Barumun Selatan, padahal ujung pangkal jalan itu berada di Barumun. Jadi mana yang betul ini,” sebutnya mempertanyakan. 

Sayang, pihak terkait tak berkenan menanggapi. Kabid Bina Marga (jalan dan jembatan Dinas PU Palas Fahruddin Hasibuan beberapa kali dihubungi via telepon seluler tidak merespon. 

Reporter: Firdaus Hasibuan