Proyek Penataan Lingkungan SDN 7 Putri Betung Diduga Asal Jadi, Konsultan Pengawas: Sudah Kami Surati

oleh -125 views

GAYO LUES | Proyek penataan lingkungan pada Sekolah Dasar Negeri 7 (SDN 7) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, yang berlokasi di Kecamatan Putri Betung diduga asal jadi.

Pasalnya, pembangunan rabat beton yang ada pada Sekolah tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal tersebut terlihat dari struktur bangunan yang tidak rata (Tidak Rata Air) dan ketebalan yang dimiliki juga tidak merata. Pekerjaan penataan ini diduga kuat tidak menggunakan selang air dan Tarek benang saat awal pengecoran dilakukan.

Padahal, proyek tersebut bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020, dana DID adalah bagian dari dana TKDD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada daerah tertentu berdasarkan kriteria/katagori tertentu dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas perbaikan dan pencapaian kinerja tertentu dibidang tata kelola.

Terlihat, biaya perkerjaan tersebut se nilai kontrak Rp.199.122.000,- (Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Seratus Dua Puluh Dua Ribu Rupiah) dengan menggunakan nomor kontrak : 642/76/SPK/DID-DISDIK/2020.

Kemudian, proyek penataan lingkungan SDN 7 Putri Betung juga ditangani oleh konsultan perencana dari CV Principe Globalindo Design, yang dilaksanakan menggunakan CV Daling Seseren.

Perkerjaan dimulai sejak tanggal 2 September 2020 dan akan diselesaikan pada tanggal 30 November 2020 mendatang yang diperkirakan waktu kerja akan berakhir sekitar 1 bulan setengah kedepan.

Seharusnya, proyek bangunan rabat beton yang bersumber dari DID itu yang luas 5 m x 10 m itu, memiliki ketebalan 10 cm dan untuk lantai pada penataan lingkungan SDN 7 yang luas 12 cm x 22 cm juga harus memiliki ketebalan 10 cm.

Namun, realita di lapangan ketebalan rabat beton dan halaman pada SDN 7 Putri Betung itu ada kejanggalan dan masih ada ketebalannya dibawah 7 cm.

Direktur CV Pylon Engginereing Consultant, Fandi selaku Konsultan Pengawas pada proyek penataan lingkungan SDN 7 Putri Betung, saat dikonfirmasi mengaku, untuk masalah ketebalan rabat beton dan halaman sekolah memang seharusnya 10 cm.

Bahkan, pihak konsultan pengawas juga sudah pernah menyurati rekanan pada akhir September lalu untuk melakukan penambahan pengecoran pada sisi yang belum mencapai standar.

“Setelah kita tegur melalui surat beberapa waktu lalu mereka sudah melakukan pembenahan, jika informasi yang kami dapat ketebalan masih kurang, kami akan turun untuk mengecek langsung, jika masih ditemukan kejanggalan maka akan kami suruh melakukan pengecoran kembali,” jelas Fandi, Sabtu (17/10/2020) di Cafe Winlah, Blower, Blangkejeren.

Lanjutnya, untuk masalah gelombang atau ketidak rataan pada struktur lantai, pihaknya akan kembali melakukan tarik benang agar lantai bangunan terlihat rata dan seimbang.

“Jika pekerjaan pengecoran pada rabat beton telah mencapai ketebalan 8 cm maka kami dari pihak konsultan pengawas sudah bisa menerima perkerjaan itu, karna disana tidak mungkin masuk mobil besar jadi saya kira tahan lah struktur bangunannya,” kata Fandi.

Saat ditanya apakah mengurangi spack pada bangunan yang jelas di RAB dengan ketebalan 10 cm dikurangi menjadi 8 cm melanggar aturan atau tidak, Fandi menyebutkan dengan santai, tidak melanggar jika kita mengganti dengan menambahkan luas pada bangunan rabat beton disekelilingnya.

“Saya juga akan mengecek kekuatan semen yang diaduk menggunakan molen tersebut, apakah sudah sesuai dengan yang diperintahkan 1 sak berapa perkubiknya, itu juga akan saya pantau,” tegasnya.

Terpisah, saat awak media mencoba meminta tanggapan terkait proyek penataan lingkungan SDN 7 Putri Betung yang diduga tidak sesuai dengan RAB, kepada Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Saudara Ilyas, sampai berita diturunkan pihak media belum mendapatkan informasi lebih lanjut, walau awak media sudah mencoba menghubungi melalui jaringan seluler dan via WhatsApp.

Reporter : Putra