Medan  

PWI Sumut Perketat Rekrutmen, Farianda: Peserta Seleksi Membeludak

Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara dan Peserta Ujian Anggota PWI.

MEDAN | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi legalitas, profesionalisme, dan etika pers.

Hal itu ditandai dengan dibukanya Seleksi Penerimaan Anggota Muda dan Kenaikan Status Anggota Biasa PWI Sumut yang secara resmi dibuka Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE, Sabtu (20/12/2025), di Ballroom Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.

Mengusung tema “Komitmen PWI Sumut Meningkatkan Profesionalitas Wartawan dalam Partisipasi Mewujudkan Pembangunan Sumut yang Berkah dan Berkelanjutan”, kegiatan disambut antusias luar biasa.

Jumlah peserta melonjak drastis, jauh melampaui target awal.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggungjawab besar. Target awal 100 peserta, namun yang mendaftar mencapai lebih dari 200 orang. Ini menunjukkan tingginya kesadaran wartawan akan pentingnya organisasi profesi yang sah dan diakui secara hukum,” tegas Farianda dalam sambutannya.

Dalam perspektif yuridis, seleksi keanggotaan PWI bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan implementasi langsung Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya dalam menjamin bahwa wartawan bekerja secara profesional, independen, dan bertanggungjawab.

Farianda menegaskan bahwa keanggotaan PWI harus menjadi penanda legitimasi moral dan etik, bukan sekadar kartu identitas.

“Wartawan bukan hanya dituntut bisa menulis berita, tetapi juga memahami hukum pers, kode etik jurnalistik, dan batas-batas kewenangan profesi.

PWI hadir untuk memastikan wartawan tidak terjerumus pada praktik-praktik yang melanggar hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta peserta mengikuti ujian dengan tenang dan percaya diri agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kapasitas intelektual dan integritas masing-masing.

“Santai saja, tidak perlu tegang. Ujian ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memastikan kualitas dan kelayakan sebagai wartawan profesional,” katanya.

Etika dan Adab Profesi

Farianda mengungkapkan bahwa seleksi penerimaan anggota kali ini menjadi yang terakhir di masa kepemimpinannya sebagai Ketua PWI Sumut. Ia menilai perkembangan PWI Sumut selama dipimpinnya menjadi energi tersendiri dalam pengabdiannya.

“PWI Sumut berkembang dan maju di masa kepemimpinan saya. Itu menjadi obat lelah saya. Capaian ini harus dijaga dan dilanjutkan dengan peningkatan kualitas SDM wartawan,” ujarnya.

Ke depan, PWI Sumut berkomitmen memperkuat pendidikan dan pelatihan (Diklat), penguasaan teknologi digital, hingga adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa mengesampingkan etika dan adab profesi.

“Teknologi boleh maju, tapi etika dan adab jurnalistik tidak boleh mundur,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Anggota PWI Sumut 2025, Rifki Warisan, menyebut membludaknya peserta merupakan fenomena baru dalam sejarah kepemimpinan PWI Sumut.

“Dari target 100 peserta, yang mendaftar mencapai sekitar 200 orang. Hingga pagi tadi, tercatat lebih dari 170 peserta telah melakukan registrasi,” ungkap Rifki.

Menurutnya, keterbukaan seleksi ini mencerminkan kepemimpinan Farianda yang memberikan ruang luas bagi wartawan untuk bergabung secara legal, terstruktur, dan bermartabat.

“Kami mengapresiasi peserta yang meluangkan waktu, meninggalkan keluarga, demi mengikuti ujian ini.

Ini bukti keseriusan untuk menjadi wartawan yang profesional dan bernaung dalam organisasi pers yang sah,” pungkasnya.

Reporter: OD 34