MEDAN | Rumah pribadi salah seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, di Jalan Pasar 2 Kompleks Taman Harapan Indah, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, hangus dilalap api, Selasa (4/11/2025) pagi sekira pukul 10.30 WIB.
Kobaran api berhasil dipadamkan tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun api menghanguskan seluruh bagian bangunan dan isi rumah.
Hakim Khamozaro Waruwu bahkan baru mengetahui rumah pribadinya terbakar saat sedang memimpin jalannya persidangan di PN Medan.
Sebagai informasi, Hakim Khamozaro Waruwu merupakan Ketua Majelis Hakim Tipikor perkara dugaan tindak pidana suap proyek infrastruktur senilai Rp157 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, yang menyeret eks Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting.
Topan Obaja, merupakan orang kepercayaan dan anak buah dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang sebelumnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bersama sejumlah orang lainnya.
Di balik peristiwa kebakaran itu menyisakan spekulasi liar publik lantaran Khamazaro diketahui cukup lantang menggali aliran suap dari Akhirun Piliang dan Rayhan Dulhasmi, dua terdakwa lainnya dalam perkara itu.
Saat diwawancarai wartawan, Khamozaro mengatakan saat kejadian ia sedang tidak berada di rumah. Ia sempat dihubungi tetangganya lewat handphone, tetapi ia tidak sempat menjawab karena sedang memimpin sidang di PN Medan.
Meski sedang dilanda cobaan, baginya setiap ketukan palu adalah pertaruhan nyawa dan integritas selaku penegak hukum serta marwah pengadilan.
Dengan wajah terlihat berusaha tegar, Khamozaro mengaku kebakaran itu mengakibatkan seluruh harta bendanya, termasuk perhiasan istri yang dikumpul puluhan tahun ludes, dan hanya menyisakan pakaian di badan. Sejumlah dokumen penting dan berharga juga turut musnah.
“Saya tidak bisa menduga-duga apa penyebab kebakaran ini. Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki. Saya, terlebih anak-anak beserta istri hanya berharap semoga bisa tenang menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Pria berkacamata itu juga menegaskan dengan segala tantangan yang dihadapi, dirinya tidak akan pernah mundur dalam menjalankan tugas sebagai hakim.
“Saya sudah bilang tadi kepada pimpinan di kantor, saya tidak akan pernah mundur menjalankan tugas dengan segala tantangan yang ada, dengan apa yang terjadi pada kami hari ini. Saya anggap itu semua tantangan dan kami akan lebih kuat lagi menjalankan tugas. Karena kehidupan di dunia ini hanya sebentar. Hanya sebentar saja,” ucapnya. (OM-09)







