Aceh  

Segarnya Kelapa Muda Laris Manis Terjual Saat Bulan Ramadhan

Sejak putra-putrinya masih kecil-kecil, Mbak Nur harus berusaha sendiri menghidupi buah hatinya itu. Lantaran ayah dari anak-anak nya telah meninggalkan mereka tanpa alasan yang jelas belasan tahun silam.

“Kalau sudah mendekati berbuka puasa, pembeli semakin ramai, Alhamdulillah rezeki Ramadhan. Meski agak repot, namun minta bantuan adik,” ucap Mbak Nur, sembari melontarkan senyum gembiranya, karena buah kelapa nya laris manis terjual saat Ramadhan ini.

Meski harga kelapa terus naik, namun penggemar kelapa muda setiap harinya tetap ramai pembeli.
Katanya, saat ini, 1 buah kelapa muda murni dijual dengan harga Rp.10 ribu. Kalau sudah ditambah dengan pemanis sirup, gula aren dan es batu harganya menjadi Rp.12.000.

Selama bulan Ramadahan ini dagangan kelapa muda Mbak Nur laris manis terjual. Perharinya bisa menghabiskan 200 buah kelapa. Namun saat hari biasa hanya laku terjual sekitar 50 buah saja.
Setiap tahun Alhamdulillah pelanggan kelapa muda tak pernah surut meski harganya naik. Terkadang malah sering kehabisan bahan.

Mau hari biasa dan Ramadhan sering juga tidak jualan, karena kehabisan stok kelapa, sebutnya.
Pemasok buah kelapa ini juga sering telat mengantar barang. Lantaran stok kelapa juga mulai menipis dari petani.

Buah kelapa yang diambilnya sebagian kecil diambil dari pohon kelapa setempat di Singkil, dan dalam jumlah besar dipasok dari Kecamatan Gunung Meriah melalui agen penampung yang langsung antar sampai tempat.

“Selama puasa ini, sudah ada 2 hari tidak jualan, karena tidak ada kelapa,” pungkas Nur sembari menunjuk meja dagangannya, yang hanya tersisa beberapa buah lagi.

“Mudah-mudahan besok bisa cepat masuk lagi pasokan kelapa. Jika tidak, besok tidak jualan,” keluhnya.

Reporter : Helmi