Medan  

Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah Asmi Dibanjiri Pembeli

Ningsih melayani pembeli di tokonya, Asmi yang menjual perlengkapan sekolah dijalan Mandala By Pass Medan. Senin (7/72025) Orbitdigital/Iwan gunadi

MEDAN | Memasuki Tahun Ajaran Baru 2025- 2026 para penjual perlengkapan sekolah  mengalami peningkatan omset . Mulai dari ikat  pinggang, sepatu, tas, alat tulis, dan pakaian seragam sekolah maupun pramuka mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Salah satunya Toko Asmi pedagang perlengkapan sekolah yang berada dijalan Mandala By Pass No: 5 Kecamatan, Medan Denai, Senin (7/7/2025).

Pada tahun ajaran 2025- 2026 omset penjualannya mengalami peningkatan omset sebesar 20 % dibanding Tahun- tahun sebelumnya.

Suriati Ningsih pemilik Toko mengatakan omset penjualannya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya

“Alhamdulillah lumayanlah penjualan ditahun ini dibandingkan tahun lalu ada kenaikan 20% saja” ucapnya

Ningsih juga mengatakan para konsumennya berasal dari berbagai daerah seperti Wilayah Aceh dan Langkat.

“Untuk pembeli ada dari wilayah Aceh kota Stabat Kabupaten Langkat dan yang paling banyak di beli seragam tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun SMP. Sedangkan seragam SMU kita jual berbagai warna ada abu rokok, biru langit ” ungkapnya.

Toko perlengkapan Alat sekolah Asmi buka mulai pukul 08:00 WIB pagi, sampai 21:00 WIB malam. Berbagai keperluan Sekolah dapat  dijumpai ditoko tersebut. Mulai dari seragam sekolah SD,SMP hingga SMA Juga Pramuka, Kaos kaki, ikat pinggang, Tas, Sepatu. Harga penjualan relatif murah, untuk harga sepatu SD Rp. 75.000, SMP Rp. 80.000 sedangkan Untuk SMA Rp. 85.000 tergantung merk. Tali pinggang mulai dari harga Rp.10.000 hingga Rp. 15.000 serta tas yang terkecil dengan harga Rp.145.000,

Salah seorang pembeli ibu Jumini  yang merupakan pelanggan warga perumnas Mandala menemani cucunya berbelanja tali pinggang dan celana sekolah.

“Saya menemani cucu saya membeli Celana dan tali pinggang untuk masuk SMP di tahun ajaran 2025-2026 ini . Harga ditoko Asmi cukup terjangkau untuk kelas ekonomi menengah kebawah” pungkasnya. (OM/011)