Dalam pelatihan ini, guru dibekali pengetahuan, bagaimana metode dan strategi dalam membina siswa, serta penguatan materi olimpiade. Materi yang diberikan adalah membahas soal-soal yang sering keluar pada saat Olimpiade. “Sehingga untuk menghasilkan prestasi maupun seorang juara Olimpiade tentu tidak bisa secara instan, butuh proses panjang,” katanya.
Mulai dari pemilihan siswa yang memiliki potensi, kemudian dibina oleh guru yang memiliki kompetensi dalam bidang pembinaan siswa, harus sering mengikuti ajang kompetensi siswa yang dilaksanakan oleh lembaga non pemerintah.
“Dan yang tak kalah penting adalah reward yang harus diberikan kepada siswa maupun guru pembina ketika berhasil memperoleh medali,” beber Sugik.
Reporter : Helmi







