Medan  

Terobosan Bobby Nasution Wujudkan Transparansi dan Good Governance

Wali Kota Medan Bobby Nasution. (Foto/Ist).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Faisal Andri Mahrawa mengatakan, fokus Bobby Nasution dalam menangani masalah infrastruktur Kota Medan tentunya sangat baik.

“Apa yang dilakukan Bobby Nasution terkait dengan sistem E-Katalog sesungguhnya bagian dari cara yang terbaik. Untuk memastikan niat baik haruslah dilakukan dengan cara-cara yang baik,” bilang Faisal Andri ketika dihubungi, Rabu (9/2).

Faisal menilai, apa yang dilakukan oleh Bobby Nasution sejatinya bukanlah sekadar menjalankan tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya. Tapi, imbuh Faisal, justru hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dalam rangka menunaikan janjinya.

“Publik tentu saja akan melihat dan menilai sekaligus mengapresiasi positif konsistensi kerja-kerja yang dilakukan Wali Kota. Fokus dalam penyelesaian program infrastruktur sesungguhnya bagian dari visi misi. Sebuah niat baik,” timpalnya.

Dengan diubahnya sistem lelang menjadi sistem E-Katalog oleh Bobby Nasution, bilang Faisal, menjadi terobosan dan langkah untuk mewujudkan transparansi dan good governance. Bahkan, Faisal menilai, hal tersebut tentu saja menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keinginan dan komitmen Bobby Nasution untuk mewujudkan clean government.

“Terobosan ini tidak akan berjalan dengan mulus jika Bobby Nasution berjalan sendirian. Tentunya ia harus didukung penuh oleh sistem birokrasi yang bersih. Jangan sampai ada kesan birokrasi yang tidak siap,  terlebih lagi masih enggan bersama-sama Wali Kota untuk mewujudkan niat baik tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, pengamat politik Sumatera Utara ini juga menuturkan, kolaborasi kembali menjadi kata kunci dalam mewujudkan visi dan misi. Artinya, mengajak stakeholder seperti dunia usaha, Non Governmental Organization (NGO), termasuk masyarakat menjadi sebuah keharusan. Ditambah lagi, masukan, kritik dan saran dari stakeholder akan menambah energi kerja kolaboratif yang dilakukan Bobby Nasution hingga saat ini.

Mengenai kebiasaan Bobby Nasution yang kerap melakukan sidak, public hearing maupun kunjungan yang dilakukan, jelas Faisal, agar pengambilan keputusan yang dilakukan bisa cepat dan tepat sasaran.

“Artinya, evaluasi dan tindak lanjut atas temuan yang diperoleh diharapkan akan lebih kontekstual dan komprehensif. Bukan  keputusan yang instan karena like and dislike,” pungkasnya mengakhiri. (Red)