Aceh  

Terungkap, Masih Banyak Kantin Sekolah di Aceh Singkil Abaikan Standar Kesehatan

Diskusi publik yang diikuti lima Stakeholder dan para remaja Singkil, untuk mewujudkan makanan dan minuman serta kantin yang sehat di sekolah-sekolah di Aceh Singkil. (Foto/Ist).

ACEH SINGKIL I Lima stake holder di Kabupaten Aceh Singkil bersama para remaja daerah, ikut berpartisipasi untuk mewujudkan kantin sekolah yang layak dan sesuai standar kesehatan.

Sayangnya, berdasarkan Identifikasi dan inventarisasi yang dilakukan para remaja yang ikut terlibat dalam kegiatan itu, terungkap masih banyak kantin di sekolah yang mengabaikan standar kesehatan sebagai kantin yang layak.

Survey dilakukan dengan menggunakan metodologi pemetaan stake holder. Yakni mengambil sampel minuman dan makanan serta ketersediaan sarana air bersih dari 5 kantin sekolah yang mesti menjadi perhatian khusus.

Ada sejumlah stake holder yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, meliputi Lembaga Penyiaran Radio RRI, Bappeda Aceh Singkil dari Lembaga Pemerintah, Bank Aceh, dan Yayasan Aceh Hijau serta Unicef.

Untuk menciptakan fasilitas Kantin Sekolah yang sehat dengan menjual makanan dan minuman sehat tersebut, lima stake holder ini melaksanakan diskusi publik berdasarkan rencana prioritas remaja Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil.

Dan diskusi ini dilakukan guna mendorong para remaja sebagai pemangku kepentingan atau perubahan untuk menjamin pembangunan daerah dimasa mendatang dan melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas dan bebas dari stunting.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Ahmad Rivai SH serangkaian membuka kegiatan di Aula Kantor Bappeda Aceh Singkil, Kamis (16/12/21) mengatakan, diskusi yang dilaksanakan bersama RRI, Bank Aceh, Yayasan Hijau dan Unicef ini diharapkan dapat memperoleh bahan dan kesimpulan dalam mewujudkan kantin sekolah yang layak, yakni sehat, aman dan bersih.