Sehingga kedepan anak-anak Aceh Singkil memiliki daya fikir yang cerdas, sehat dan terbebas dari stunting dan idiot yang akan mengisi pembangunan di Indonesia mendatang.
“Setelah diskusi ini diharapkan para remaja juga dapat mengkampanyekan ke masyarakat agar menyajikan makanan-makanan dan minuman sehat,” ucap Rivai.
Tidak hanya menciptakan kantin sehat, dalam diskusi tersebut Pimpinan Bank Aceh Syariah (BAS) melalui Kepala Seksi (Kasi) Umum dan Kepegawaian Teuku Mirsal turut menyampaikan pentingnya budaya menabung bagi para remaja dan pelajar.
Disebutkannya, BAS disamping memberikan pelayanan simpan pinjam nasabah, juga fokus terhadap kegiatan pendidikan dan kesehatan untuk anak.
Perlunya membentuk pola fikir anak sejak dini agar membudayakan menabung.
BAS tetap mengikuti aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pemerintah RI, untuk menabung dalam bentuk simpanan pelajar, yang dimulai dengan setoran awal Rp1000 dan tanpa biaya administrasi.
Reporter: Arief







