MEDAN I Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Yayasan Haji Anif (YHA) ke-3. Acara yang diusung oleh Almarhum H Anif Bin Gulrangshah di hari lahirnya, 23 Maret tersebut, ditujukan untuk melahirkan para generasi penerus bangsa yang berilmu, bertakwa dan mampu mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah acara Musabaqah Tilawatil Quran Yayasan Haji Anif yang ketiga ini resmi ditutup. Selamat kepada semua anak-anak kita, ada sebanyak 1.000 orang yang mengikuti MTQ tahun ini. Keikutsertaan MTQ ini bukan soal memang dan kalah, tapi jadikan ini karena ingin mendapat ridha Allah SWT. Semoga kehadiran kita di sini diberkahi oleh Allah SWT dan bisa kita selalu saling ingat mengingatkan seperti apa yang tertuang di Surah Al Asr,” ujar Ijeck, sapaan akrab Wagub Sumut saat menutup MTQ YHA di Masjid Al Musannif, Jalan Cemara Perumahan Cemara Asri, Rabu (23/3).
Hadir dalam acara penutupan Kepala Kanwil Kemenag Sumut Abd Amri Siregar, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, Penceramah Syeikh Fikri Thoriq, Ustaz Das’ad Latif, Wakil Bupati Serdangbedagai Adlin Tambunan dan mewakili keluarga Almarhum H Anif, Rahmat Shah.
Dalam kesempatan itu, Ijeck menceritakan pesan mendalam yang pernah disampaikan oleh Almarhum H Anif kepadanya tentang hikmah berbuat baik kepada sesama.
“Dahulu Dadak pernah tanya saya, Jeck coba kau hitung-hitung kira-kira rezeki kita saat ini kek mana. Saya bilang Alhamdulillah cukup, Dadak terus tanya kau lihat Dadak SMP saja gak tamat kenapa sekarang bisa kek gini, apa yang dilakukan sehingga bisa jadi begini. Pertama kata Dadak jangan pernah kau ambil hak orang lain, jangan menipu orang lain, jangan berkhianat kalau berkawan, ingat budi orang meski sekecil apapun. Kemudian sedekah, jangan sayang untuk bersedekah karena sedekah tidak buat rugi justru nanti Allah mudahkan urusan kau. Itu pesan Dadak, masih banyak sebenarnya tapi kesempatan ini mengingat ceramah ustaz tadi inilah yang bisa diingat,” ujar Ijeck.







