ABDYA | Akibat puing tanggul pengaman aliran air yang roboh, 12 hektar areal persawahan warga di kawasan Desa Mon Mameh, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini terendam air di Gampong setempat.
Diketahui, pekerjaan pembuatan tanggul Roboh itu diduga bermutu rendah dan dikerjakan pada tahun 2021 yang lalu, dengan panjang lebih kurang 200 meter, namun intansi terkait hingga saat ini belum menurunkan alat berat ke lokasi tersebut. Rabu (5/10/2022).
Keuchik Mon Mameh M.Yasir mengatakan, pelaporan tentang tanggul Roboh diperbatasan Gampong tersebut Insya Allah sudah diusulkan ke BPBK sekitar bulan Juli 2022 lalu, namun belum ada upaya konkrit dari intansi terkait untuk melakukan perbaikan terhadap tanggul yang rusak tersebut.
“Kalau ditunggu proses pembangunannya tentu butuh waktu panjang, Nah sekarang kita minta dinas terkait alat berat seperti Beko di turunkan ke lokasi untuk mengangkat puing tanggul juga pengerukan saluran air yang dangkal,” ujarnya
Ia berharap, intasi terkait benar -benar serius menangapi keluhan masyarakat dan petani sawah.
Sementara, Ketua Komisi A DPRK Abdya meminta kepada Pj Bupati melalui intansi terkait harus peka terhadap hal masyarakat kok sampai hari ini belum terlihat di turunkan alat berat kelokasi tanggul yang roboh.
“Jadi kita minta ke intansi terkait segera turunkan alat berat dan diangkat Puing tanggul tersebut, supaya aliran air disaluran persawahan warga petani itu tidak terhambat dan terendam air lagi,” tegas Sardiman.
Reporter : Nazli







