23 Gempa Merusak Terjadi Selama 2018, Termasuk di Aceh Barat

Tsunami Banten. Ist

Menurut data BMKG, 19 dari 23 kejadian gempa merusak tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif dan hanya empat gempa yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Secara keseluruhan, Pusat Gempa Nasional BMKG mendeteksi 11.577 kali kejadian gempa dalam berbagai magnitudo selama 2018.

Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan 7.172 aktivitas gempa yang terjadi selama 2017.

Kebanyakan gempa bumi yang terjadi pada 2018 magnitudonya kurang dari 5. BMKG selama kurun itu hanya mencatat 297 kejadian gempa dengan magnitudo di atas 5.

Sepanjang 2018, aktivitas gempa di Indonesia didominasi oleh gempa dangkal yang pusatnya berada pada kedalaman kurang dari 60 km yang terjadi 9.585 kali.

Sementara gempa dengan pusat pada kedalaman menengah, 61- 300 km, terjadi 1.856 kali, dan gempa dengan hiposenter dalam di atas 300 km terjadi 136 kali.

BMKG selama 2018 mengeluarkan peringatan dini tsunami dua kali, pertama saat gempa melanda Lombok pada 5 Agustus. Kedua, saat gempa mengguncang Donggala-Palu pada 28 September.

Jika ditambah dengan peristiwa tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018, maka selama tahun 2018 terjadi tiga kali tsunami.

Namun demikian tsunami yang bersifat destruktif dan menelan banyak korban jiwa hanyalah tsunami Donggala-Palu dan tsunami Selat Sunda yang diduga kuat dipicu oleh longsor lereng Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

 

 

 

Sumber: CNNIndonesia