ABDYA | Terkait dengan lanjutan pembagunan jembatan mancang riek yang dikerjakan hanya sebatas tiang pancang dan puluhan tahun terbengkalai di Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
Kepala Dinas PUPR Abdya, Alfian Liswandar ST didampingi Kabid bina marga Andi Setia Putra, ST menyebutkan, bahwa pekerjaan jembatan Mancang Riek, yang berlokasi diperbatasan Gampong Setia budi dan Tangan tangan Cut, sudah pernah di tangani dengan sumber anggaran dari APBA.
“Kalaupun anggaran pembangunannya dari APBA Provinsi, jembatan tersebut tetap milik pemkab Abdya, katanya lagi, kita dari PUPR Abdya tidak berani melanjutkan pekerjaan tersebut, dengan mengunakan anggaran daerah, karena intansi yang terkait PUPR Aceh sudah melaksanakan pekerjaan tahap awal dan dananya pun cukup besar hingga mencapai Rp 9 milyar lebih,” sebutnya kadis.
Namun demikian kata Alfian, lanjutan pembangunan jembatan harapan masyarakat pesisir itu setiap tahun di usulan ke dinas PUPR Provinsi, kemudian lanjutan pekerjaannya saat ini sudah masuk kedalam List paket terbengkalai sumber APBA.
“Alhamdulilah dari pihak dinas sudah turun langsung kelokasi dan programnya sudah masuk ke dalam list pekerjaan lanjutan dinas provinsi,” jelasnya.
Alfian berharap, dukungan dari tokoh masyarakat, teman teman DPRK Abdya untuk bersama-sama memperjuangkan lanjutan pembangunan ke provinsi Aceh dan kepada masyarakat untuk bersabar mudah-mudahan cepat di rekomendasi pekerjaan oleh pihak PUPR Aceh.
Diketahui jembatan mancang Riek tersebut anggarannya sebanyak Rp.9,6 milyar dan sudah masuk ke dalam DPA Dinas PUPR Provinsi Aceh, Ironisnya gagal di tederkan. Kamis (25/10/2018) tahun lalu. Hingga Jembatan terlantar sudah puluhan tahun yang dikerjakan hanya sebatas tiang pancang saja, akhirnya program tersebut diusulkan pemkab kembali melalui dana DOKA juga di duga terjadi benturan.
Reporter : Nazli







