Medan  

Warga Keluhkan Kemacetan Arus Lalu Lintas di Pajak Melati

Arus lalu lintas di Pajak Melati terganggu. (Foto/Ist)

MEDAN | Proyek pengaspalan Jalan Flamboyan Raya Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan mengganggu aktifitas arus lalu lintas masyarakat, Senin(3/4/2023) pukul 07.00 WIB.

Pasalnya, pelaksanaan pengaspalan itu berlangsung pada jam sibuk, hari pertama kerja dan tanpa dilengkapi garis police maupun petugas lalu lintas setempat sehingga kemacetan arus lalu lintas tak terhindarkan hingga ke arah Jalan Tanjung Selamat Deli Serdang, masyarakat pun merasa kewalahan.

“Inikan sangat mengganggu pengguna jalan khusus pekerja kantoran dan transportasi umum Kenapa tidak malam hari?. Pihak dinas harus bertanggungjawab mengawasi kontraktor untuk memastikan masyarakat tidak terganggu” kata salah satu warga saat melintas.

Pantauan orbitdigitaldaily.com, pukul 07.00 – 09.15 WIB, jalur lalu lintas sepanjang Jalan Flamboyan Raya terpaksa harus buka – tutup sembari proses penghamparan aspal diperkirakan masih sekitar 1 kilo meter(1km) berlangsung dan minim pengawasan pihak Dinas Bina Marga Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara.

Sembari mengurai kemacetan, pihak kontraktor pelaksana pembangunan jalan dan jembatan daerah Sumatera Utara itu tampak kalang kabut dan merasa terganggu saat didokumentasikan wartawan.

Selain tanpa flank proyek, diduga penyiraman lapis resap pengikat (Prime Coat) pengikat antara hamparan agregat dengan aspal panas AC BC kurang maksimal. PT. Citra Diecona sebagai konsultan engineering dan KSO Waskita, Sumber Mitra Jaya dan Pijar Utama.

Pihak kontraktor saat ditemui dilapangan mengaku sudah bekerja secara maksimal dari subuh hingga pagi hari. Tentu pihaknya kurang memprediksi dampak kemacetan arus lalu lintas.

“Kami sudah bekerja dari tadi malam sampai pagi dan belum tidur sampai saat ini. Soal jam berapa selesai pekerjaan tidak ada aturannya” kata pengawas mengaku Marga Purba, berlagak emosi.

Namun saat disinggung soal lapisan resap pengikat (Prime Coat) pengikat antara hamparan agregat dengan aspal panas AC BC tampak kurang maksimal justeru mengelak dan menghindar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Bambang Pardede saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan demikian juga sambungan pesan Whatsapp.

Reporter : Toni Hutagalung