Aceh  

Black Campaign di Medsos, H Darmansah : Insya Allah Badai Fitnah Segera Berlalu

Ketua Umum Forum Pemuda Mahasiswa (FPM) Abdya-Jakarta, Akmal Al-Qarasieb bersama Direktur Pusat Kajian Analisis Transaksi (Pukat) Aceh, Adi Irwan

ABDYA | Upaya black campaign (kampanye hitam) mulai dimainkan oleh beberapa oknum seiring dengan isu majunya H Darmansah SPd MM sebagai Bakal Calon Bupati Aceh Selatan. Tak tangung – tanggung, baru – baru ini Pj Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) ini dituduh mengutip fee proyek sebesar 20 persen.

Tuduhan tanpa didukung bukti yang kuat dan terkesan hanya sebatas asumsi ini terus menyeruak ke publik dan menjadi bola liar terutama di masyarakat Abdya dan Aceh Selatan melalui Group WhatsApp dan Facebook. Bukannya membawa si penyebar hoaks ke ranah Hukum, H Darmansah malahan pasrah dan berserah diri kepada Allah.

“InsyaAllah, badai fitnah ini segera berlalu,” ungkap H Darmansah saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (06/04/2024) terkait fitnah yang berseliweran di Group WhatsApp dan Facebook yang digelinding oleh pihak – pihak yang berseberangan politik dengannya.

“Dalam suasana Politik seperti ini black campaign menjadi hal yang biasa. Yakin saja masyarakat bisa menilainya,” pesannya singkat.

Seterusnya, terkait tudingan kepada Pj Bupati Abdya itu, Ketua Umum Forum Pemuda Mahasiswa (FPM) Abdya-Jakarta, Akmal Al-Qarasie angkat bicara. Ia meminta para pihak jangan menyebarkan fitnah tanpa adanya bukti yang kuat. Kondisi seperti ini menurutnya dapat memperkeruh suasana di bulan suci Ramadan.

“Terkait adanya tudingan dugaan pengutipan fee proyek oleh Pj Bupati Abdya, Darmansah, yang dilontarkan oleh salah satu lembaga, kami menilai bahwa tudingan tersebut tidak mendasar dan membuat gaduh di kalangan masyarakat,” kata Akmal Jumat (05/04/2024).

Menurut Akmal, tuduhan tersebut sudah menjurus pada fitnah. Bisa saja isu itu sengaja dibuat untuk menjelekkan nama baik Pj Bupati Darmansah yang saat ini digadang-gadangkan akan bertarung di Pilkada 2024.

“Kami kira, tidak perlu melakukan politik hitam dalam hal tersebut. Apalagi kita saat ini sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Akmal yang merupakan putra asli Abdya ini, H Darmansah sejak memimpin Abdya telah memberi dampak positif dalam beberapa dimensi pembangunan. Tak hanya itu, kepemimpinan H Darmansah juga dinilai dekat dengan rakyat dan responsif terhadap keluhan masyarakat.

Tidak Berdasar

Terpisah, Direktur Pusat Kajian Analisis Transaksi (Pukat) Aceh, Adi Irwan menilai tudingan yang dilontarkan terhadap H Darmansah itu sarat dengan nuansa politis dan bagian dari upaya black campaign (kampanye hitam). Pasalnya, begitu nama H Darmansah mulai menyeruak di Kabupaten Aceh Selatan isu semacam itu mulai dimainkan oleh oknum tertentu.

“Terkait pemberitaan di beberapa media terkait tuduhan yang ditujukan terhadap Pj Bupati Abdya, kita sangat menyayangkan statemen yang sangat tendensius dan tidak mendasar. Dunia yang semakin canggih jangan lagi bermain di isu murahan, kalau memang itu sebuah cerita ya buktikan dengan fakta tidak baik bermain dengan isu yang ada menimbulkan polemik yang tidak baik di masyarakat Abdya,” pesannya.

Adi Irwan mengatakan, statemen semacam itu tidak perlu disebar di tengah masyarakat. Sebab dugaan terkait Pj menerima fee duluan baru proyek dikerjakan, adalah tuduhan yang sangat datar yang biasanya pola-pola seperti ini ada “udang dibalik bakwan”.

“Kita berharap untuk teman, senior jangan menebar isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dengan dasar apapun. Kita juga orang LSM ada hak untuk melakukan audit yang bersifat internal dan pengawasan apa bila ditemukan ada kerusakan atau pekerjaan yang kurang baik kualitasnya. Mohon diminta perbaiki, kajian mendalam itu kita bisa juga memakai tim ahli untuk melakukan audit itu,” ucapnya.

Melalui awak media ini, ia juga meminta pihak yang menyebar isu yang terkesan tendensius itu harus bertanggungjawab sepenuhnya. Sebab menurutnya tuduhan yang seperti ini narasi yang dibangun penuh dengan asumsi-asumsi.

“Jelas ini tidak baik bagi pembagunan di Abdya ke depannya,” demikian ungkap Adi Irwan.

Reportrer : Nazli