MEDAN | Jembatan penghubung antara dua kecamatan yang menjadi akses bagi pejalan kaki dari Gang. Damai menuju Gang Perbatasan di Jl. Karang Sari, Kel. Sarirejo, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, mbruk sekira pukul 13:00 WIB Selasa (16/07/2024).
Dari lokasi kejadian pada Rabu pagi terlihat jembatan tersebut sudah ditutup oleh Pemko Medan dan dijaga kepala lingkungan beserta warga agar tidak dilintasi.
Deka Hamdani Kepling 3 Kelurahan Pangkalan Mansyur menyebutkan, kejadian ambruknya jembatan pada hari Selasa pukul 13: 00 WIB siang, jembatan ini menjadi akses pejalan kaki seperti para pekerja dan anak sekolah, sebutnya Rabu (17/7/2024).
“Peristiwa ambruknya pada pukul 13:00 WIB, syukurnya tidak ada korban. Jembatan tersebut sebagai akses pejalan kaki yang banyak dilintasi pelajar saat pergi maupun pulang sekolah. Saat ini karena tidak bisa dilalui mereka terpaksa harus mutar sejauh 3 KM,” katanya.
Ditinjau Walikota
Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang anaknya sekolah di SMAN 2 Medan dan di sebrangnya terdapat SMPN 34 Medan.
“Kasihan anak-anak sekolah yang biasa melewati jembatan ini,” tambah keplink.
Deka juga menerangkan jembatan sudah ada sejak zaman Belanda hingga saat ini. Pada tahun 2023, jembatan tersebut sudah pernah direnovasi dari swadaya masyarakat.
“Sudah lama jembatannya ini. Dahulu waktu zaman Belanda jembatan merupakan rel kereta untuk penyeberangan. Sempat dulu di tahun 2023 pernah di renovasi dari sumbangan swadaya masyarakat,” terangnya
Sementara Walikota Medan beserta rombongan turun langsung meninjau ambruknya jembatan pada pukul 02:00 WIB Rabu dini hari sambil memberikan bantuan kepada masyarakat setempat yang tinggal dekat lokasi serta memberikan imbauan didirikannya POS jaga agar tidak ada warga yang melintas sampai jembatan diperbaiki.
Warga setempat yang kesehariannya melewati jembatan berharap pemerintah atau pihak terkait segera memperbaikinya.
“Harapan masyarakat, pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Supaya anak kami tidak jauh untuk berangkat sekolah Itu saja mungkin harapan kami sebagai warga sini,” sebut mereka.
Reporter : Iwan GB







