Toba  

Dituding Lakukan Propaganda, 2 LSM di Toba Didemo Buruh

Para demonstran menyampaikan aksi di gedung DPRD Kab Toba

TOBA | Maraknya gerakan tutup PT TPL (Toba Pulp Lestari), sejumlah masyarakat menamakan diri Gerakan Masyarakat-Buruh Bersatu di Toba geruduk sejumlah kantor di Toba.

Mereka berangkat dari kawasan Laguboti berorasi di halaman Kantor KPH Wilayah IV Balige.

Dalam orasinya para orator menyoal kehadiran dua NGO, AMAN Tano Batak dan KSPPM, seperti yang terjadi pada Senin (26/05/20250.

Katanya, kedua NGO ini sering timbulkan konflik di tengah masyarakat.

Dengan mengendarai mobil pribadi dan truck para demostran meringsek ke kantor DPRD dan Kantor Bupati sepanjang kota Balige mereka berorasi para demostran menggunakan pita berwarna kuning yang diikatkan di kepala.

Terlihat beberapa spanduk melekat di truck yang mereka gunakan menarasikan AMAN Tano Batak dan KSPPM supaya diaudit dan diusir dari Tanah Batak

Melalui Perwakilan KPH Wilayah IV Balige Jhonly Bancin menemui para demonstran, menerima aspirasi masyarakat sesuai dengan kapasitas mereka.

Para demonstran menyampaikan agar kedua LSM tersebut diusir dari Tano Batak.

“Terkait tuntutan bertuliskan menyoal KSPPM dan AMAN Tano Batak, itu kebijakan dari pusat,” ujar Bancin di depan Kantor KPH Wilayah IV Balige, Senin (26/5/2025).

Bancin menyarankan para demonstran menyampaikan tuntutan terkait kedua LSM tersebut ke stakeholder terkait. Namun pihaknya berjanji akan fasilitasi tuntutan pendemo.

“Terkait sengketa lahan kita sudah catat,” katanya

Sedangkan soal pembubaran dua lembaga LSM, bukan tupoksi mereka. Ada Pemerintah yang menangani. Begitupun, mereka tetap akan menyampaikan ini ke pimpinan kami, lanjutnya.

“Kita akan buka ruang diskusi penyelesaian soal sengketa lahan termasuk juga kelompok masyarakat lainnya,” tutupnya.

Kemudian para pendemo beranjak ke Kantor DPRD dan Bupati Toba.

Reporter : Maria Sitorus