Akses Anak Sekolah di Langkat Terancam, Warga Babalan Protes Jalan Rusak

Poster tuntutan warga terpancang di pinggiran jalan di Desa Pelawi Selatan, Babalan, Kabupaten Langkat

LANGKAT | Puluhan warga Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, menggelar aksi protes menuntut perbaikan dan pengaspalan jalan Gotong Royong yang mengalami kerusakan parah pada, Jumat (13/6/202).

Aksi damai di jalan yang merupakan akses utama anak-anak menuju sekolah dan kerap dilalui truk sawit bertonase tinggi. Warga Dusun Sukamulia turun ke lokasi dengan
membentangkan poster tuntutan yang ditulis di atas karton, di antaranya “Selamatkan Jalan Kami.”

Dalam aksi tersebut, tokoh masyarakat Babalan, Jemono (70), mengatakan aksi ini merupakan bentuk keprihatinan warga atas kondisi jalan yang kian membahayakan, terutama bagi pelajar.

“Saya sebagai masyarakat turun ke jalan untuk mengadakan aksi peduli prihatin melihat anak-anak sekolah pagi karena ini akses anak sekolah,” ungkap Jemono.

Ia pun menuturkan, kerusakan jalan diduga diperparah oleh lalu-lalang truk pengangkut sawit yang melebihi kapasitas.

Bahkan, menurutnya, truk-truk tersebut kerap tidak dilengkapi dengan jaring atau terpal pengaman, sehingga berisiko menjatuhkan muatan ke jalan.

“Tahun 2023, kita mendapat penjelasan dari Camat, bahwa jalan ini kelas 3 tonasenya sekitar 8 ton. Kita kasih kesempatan sebatas cold, tapi ternyata sampai sekarang muatannya terlalu berlebihan,” ujar Jemono.

Jemono pun menyebutkan pernah terjadi insiden buah sawit jatuh dan hampir mengenai siswa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sepeda milik siswa menjadi korban.

“Beban berat truk juga membuat batu mental ke rumah dan mengenai steling warga,” tambahnya.

Pernah Dimusyawarahkan, Tapi Belum Ditanggapi

Jemono menambahkan, protes warga kali ini bukan spontanitas, melainkan hasil musyawarah masyarakat yang sudah berkali -kali menyampaikan aspirasi ini ke tingkat desa, kecamatan, hingga polsek.

“Sudah ada musyawarah masyarakat, format kita sudah lengkap. Kita ajukan ke Polsek, ke Kecamatan, dan desa,” ujarnya.

Senada itu, perwakilan Karang Taruna Desa Pelawi Selatan menyatakan bahwa permintaan perbaikan jalan sudah berlangsung sejak 2022, namun hingga kini belum terealisasi.

“Kita lakukan bersama warga dan pelaku usaha sekitar Dusun Sukamulia. Sudah cukup lama memohon, ada cerita dari 2022. Sampai sekarang tidak terwujud,” katanya.

Aksi warga hari ini, lanjutnya, merupakan upaya untuk mendobrak percepatan pembangunan jalan kabupaten yang menjadi urat nadi penghubung antar desa di wilayah tersebut. (OD-20)