HUMBAHAS | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, terus melakukan sosialisasi program Bangga Kencana, dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045.
Kali ini, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Lumban Sianturi, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Sabtu (30/8).
Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar, aparat desa/kelurahan, tokoh masyarakat kecamatan, serta tokoh agama.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber.
Hadir secara daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P.H. Sitorus, menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas keluarga dalam mendukung visi Indonesia Emas.
“Topik utama hari ini adalah mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas. Kualitas keluarga sangat erat kaitannya dengan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan anak. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas. Oleh karena itu, Komisi IX bersama BKKBN terus mendorong pendampingan kepada ibu hamil melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Syamsu Rizal Lubis, SH, S.Sos, MH menekankan bahwa program KB bukan hanya soal kontrasepsi, tetapi tentang perencanaan keluarga secara menyeluruh.
“Tujuan sosialisasi ini adalah membentuk keluarga yang berkualitas agar generasi mendatang sukses dan mampu bersaing. Dulu slogan kita ‘dua anak cukup’, sekarang kita lebih tekankan pada ‘dua anak lebih sehat’. Kalau mau lebih dari dua, pastikan sanggup secara ekonomi dan pendidikan,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kelompok-kelompok kegiatan yang ada di bawah BKKBN seperti BKB untuk orang tua balita, PIK-R dan BKR untuk remaja, BKL untuk lansia, serta UPPKA untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Sementara Teofilus Rajagukguk, SKM, dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Humbang Hasundutan atau perwakilan OPD KB Humbas menyampaikan 5 pilar penting dalam pembangunan keluarga:
- Pilar Kuantitas/Jumlah Penduduk – Mengendalikan jumlah penduduk untuk kesejahteraan bersama.
- Pilar Kualitas Penduduk – Fokus pada pendidikan dan kesehatan, terutama pencegahan stunting.
- Pilar Pembangunan Keluarga – Meliputi pengasuhan anak, pembinaan calon pengantin, dan pembentukan figur ayah teladan.
- Pilar Persebaran dan Mobilitas Penduduk – Memonitor distribusi penduduk agar tidak menjadi beban di siklus usia tertentu.
- Pilar Penataan Administrasi Kependudukan – Pentingnya dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) untuk akses pendidikan dan layanan publik lainnya.
Teofilus juga menyampaikan bahwa TFR (Total Fertility Rate) Kabupaten Humbang Hasundutan saat ini berada di angka 2,9—di atas target nasional 2,1.
Ia menegaskan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat agar pertumbuhan penduduk lebih terkendali.
“Kita harus menyiapkan generasi berkualitas dari awal, dari asupan makanan hingga pendidikan. Jangan sampai anak-anak kita menikah tapi belum siap kerja atau belum selesai sekolah. Semua harus direncanakan sejak dini,” tutupnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Red)







