MEDAN | Memasuki Tahun Ajaran Baru, pedagang buku bekas yang masih tersisa di bawah jembatan titi gantung, tepatnya di Jalan Jawa Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur semakin mengalami penurunan omset penjualan.
Dari amatan Orbitdigital, Jumat (12/9/2025) sore, para pedagang buku bekas yang bertahan lebih kurang 10 kios. Terlihat sepi pembeli dan para pedagang pun lesu.
Pak Ran (75) salah seorang pedagang yang sudah puluhan tahun dari tahun 70-an, menjual berbagai buku bekas maupun baru menyampaikan, semakin sepi penjualan buku bekas.
“Memasuki tahun ajaran baru sekolah tidak seperti tahun yang dulu lagi, semakin berkurang. Kalau dahulu ramai pembeli. Sekarang paling 10 hari saja habis tuh pembeli pun sepi,” tuturnya.
Penjualan buku bekas beberapa tahun belakangan membuat omset penjualan pak Ran semakin menurun, dibanding penjualan buku melalui media sosial online yang saat ini menjamur
“Saat ini banyak orang belanja buku melalui media online,” ucapnya.
Ia sepertinya terima nasib saja, apa yang kitamereka dagangkan itu saja, semoga ada rezeki bisa beli beras sekilo 2 kilo, ungkapanya.
Buku bekas yang dijual berbagai penerbit seperti Airlangga, Yudistira dan lainnya. Untuk para pembeli rata- rata di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMU) maupun mahasiswa. (OM/011)







