ACEH TAMIANG | Banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang memutus akses jalan, seluruh ruas jalan menuju Kuala Simpang terputus akibat banjir setinggi dada orang dewasa menutupi jalan.
Para pengungsi terlihat memenuhi kantor polsek hingga ke jalan menggunakan berbagai tenda juga mobil sebagi tempat berlindung dan beristirahat.
Warga mulai mengungsi mencari tempat aman dan makanan serta minuman. Sempat terjadi penjarahan akibat lambatnya penanganan bantuan logistik dari pemerintah terkait.
Reza raden salah seorang warga Tambang Sei Liput yang mengungsi akibat rumahnya hancur diterjang banjir mengatakan, bantuan dari pemerintah mulai dari hari Rabu 26 November hingga 1 Desember belum juga didapat.
“Kami dari hari pertama Rabu (26/11/2025) sampai detik ini belum mendapatkan bantuan, air bersih susah, makanan pun tidak ada, kami kelaparan,” ucapnya.
Ia juga menyesalkan lambatnya penanganan sehingga mereka dan keluarganya tidur di jalan.
Dampak dari bencana banjir juga memutus jaringan komunikasi sehingga banyak warga yang hilang kontak. Tidak hanya itu, untuk evakuasi warga juga terhambat akibat minimnya perahu karet dari SAR maupun BPBD dan BNPB.
Salah seorang petugas Kecamatan Kejuruan Muda, Desa Sei Lput, Khairul Abdi mengatakan, hampir 12 kecamatan di Aceh Tamiang terdampak banjir dan jalan terputus serta jaringan komunikasi pun juga.
“Untuk sementara posko penampungan di lokasi terjadinya titik banjir,” ucapnya.
Hingga hari Senin Antrian panjang kendaraan terlihat di sepanjang jalan lintas Aceh – Medan.
Masyarakat yang terdampak mengungsi dan menacari untuk kebutuhan makanan mereka. (OM/11)







