Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pematangsiantar menggelar sosialisasi bertajuk simulasi serta edukasi partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran di wilayah Kecamatan Siantar Martoba.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Citra Suaka Waterpark pada belum laa ini dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat sekitar.
Diawali sambutan dari Camat Siantar Martoba, Rilan Pohan, mengucapkan terimakasih kepada manajemen/pengelola Citra Suaka Waterpark yang bersedia memfasilitasi acara sosialisasi. Di hadapan warga yang hadir, Rilan mengatakan betapa pentingnya sosialisasi ini sebagai pengetahuan dasar dalam memitigasi dan penanggulangan dini dari potensi kebakaran.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Robert Samosir, yang diwakili oleh Sekretaris, Naek M Tambunan, menyampaikan pentingnya kegiatan sosialisasi ini bagi masyarakat yang hadir adalah sebagai wadah berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh para anggota pemadam kebakaran.
Naek M Tambunan menyampaikan bahwa personil yang berada di Bidang Pencegahan Kebakaran Disdamkarmat Kota Pematangsiantar telah melewati pelatihan berbulan-bulan dan telah mendapatkan sertifikasi oleh Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Pemadam Kebakaran Pemprov DKI Jakarta.
Parlaungan Purba, Kepada Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sekaligus narasumber dalam kegiatan ini menekankan bahwa sosialisasi yang diselenggarakan sebagai upaya untuk membangkitkan lagi kepedulian masyarakat terhadap pencegahan kebakaran.
Setiap tahun, Disdamkarmat Kota Pematangsiantar secara aktif melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran di setiap kecamatan.
“Kebakaran dapat datang dimana saja dan kapan saja. Maka masyarakat juga harus siap. Sosialisasi ini juga bertujuan agar masyarakat mendapatkan pemahaman mitigasi kebakaran sekecil apapun,” ujar Parlaungan Purba.
Peran Masyarakat
Peran masyarakat diharapkan dapat membantu sebelum kebakaran menjadi lebih membesar mengingat petugas pemadam kebakaran memerlukan waktu untuk sampai di lokasi.
Dengan kata lain, masyarakat dapat melakukan pemadaman dini dengan mengevakuasi barang -barang yang mudah terbakar serta mengurangi potensi kerugian materil yang lebih besar bahkan korban jiwa.
Parlaungan juga menjelaskan bahwa musibah kebakaran merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat. Maka dari itu pemerintah hadir untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran.
Ia juga menjelaskan jika terjadi kebakaran dan petugas pemadam telah sampai di lokasi, peran masyarakat hanya sampai kepada pengamanan di sekitar lokasi agar akses masuk pemadam dapat dengan mudah sampai di lingkungan tersebut.
“Biarkan lah kami sebagai petugas pemadam yang melakukan pemadaman api langsung,” ujarnya.
Lewat pemaparannya, Parlaungan Purba meminta masyarakat turut serta menjaga keamanan di sekitar lokasi kebakaran ketika petugas damkar sedang dilakukan aktifitas pemadaman.
“Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga lingkungan sekitar jangan sampai ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan tindakan pencurian,” ungkap Parlaungan.
“Masyarakat juga berperan agar membantu korban untuk mengevakuasi harta benda ditempat yang aman,” imbuh Parlaungan.
Relawan Pemadam
Sebagai langkah pencegahan kebakaran, pemerintah juga telah membentuk relawan pemadam kebakaran di tiap-tiap wilayah yang berasal dari masyarakat dan berdomisili sesuai dengan tempat tinggal.
Tujuan dibentuknya relawan pemadam kebakaran di setiap wilayah bertujuan untuk memberikan informasi terjadinya kebakaran serta tetap berperan dalam menyampaikan sosialisasi pencegahan kebakaran.
Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat agar turut serta ikut menjadi bagian dari relawan pemadam kebakaran dengan melakukan pendaftaran diri.
“Lewat Kemendagri dan pendaftaran online serta mengisi formulir yang tersedia lewat aplikasi, bapak/ibu dapat mendaftarkan diri menjadi relawan pemadam kebakaran di Indonesia. Tentunya harus memenuhi syarat-syarat yang telah dibuat,” imbuh Parlaungan Purba Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Mengingat banyaknya jumlah kegiatan industri dan pabrik yang ada di Kecamatan Siantar Martoba, disela-sela kegiatan Abdi Siregar S. STP, Kepala Seksi Pencegahan, menyampaikan khusus pencegahan kebakaran di lokasi industri ataupun pabrik, Disdamkarmat Kota Pematangsiantar selalu melakukan penyuluhan dan pemeriksaan alat-alat pemadam kebakaran yang disediakan oleh pemilik usaha.
“Kami dari pihak Damkar rutin melakukan pengecekan Apar (alat pemadam kebakaran) termasuk hydrant dan instalasi pemadam kebakaran,” ujar Abdi Siregar.
Abdi Siregar juga mengungkapkan, para pemilik usaha rutin melakukan koordinasi dengan mengundang dan meminta agar Disdamkarmat Kota Pematangsiantar memberikan pelatihan kepada Satuan Pengamanan pabrik.
Tujuannya agar para security ataupun satpam dan para pekerja memiliki kemampuan dalam melakukan pencegahan serta menggunakan alat pemadaman kebakaran jika terjadi kebakaran di pabrik.
Kepada wartawan, pihak Disdamkarmat membeberkan data kasus terjadinya kebakaran. Yang paling sering terjadi yaitu di wilayah Kecamatan Siantar Martoba.
Disdamkarmat Kota Pematangsiantar selalu siap dan kompak dalam upaya mengatasi musibah kebakaran
Secara keseluruhan, kasus kebakaran di Kota Pematangsiantar hingga Agustus terhitung sebanyak 42 kasus.
Selain itu, upaya pencegahan terhitung sebanyak 58 kali, penyelamatan 84 kali, evakuasi 147 kali, dan terakhir Libass (lihat bahaya di masyarakat tuntaskan) sebanyak 47 kali. (Adv)


