MEDAN | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung penuh pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut Tahun 2026 pada 8–12 Juli 2026 mendatang.
Jamda XI diperkirakan bakal akan diikuti dan diramaikan sekitar 5.575 peserta serta pengunjung dari berbagai daerah ke Bumi Perkemahan Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara.
Bobby yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Sumut turut mengapresiasi inovasi Kwartir Daerah (Kwarda) Sumut lantaran menggabungkan nilai-nilai dasar kepramukaan dengan perkembangan teknologi.
”Menggabungkan teknologi dengan prinsip-prinsip dasar Pramuka sangat penting agar anak-anak tetap hidup dengan nilai-nilai kepramukaan,” ujar Bobby saat menerima pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Rabu (24/6/2026).
Menurut Bobby, pendekatan dengan nilai-nilai kepramukaan dapat menjadi sarana efektif menarik minat generasi muda yang selama ini memandang kegiatan Pramuka kurang relevan dengan perkembangan tehnologi.
”Kita melihat minat generasi muda mengikuti Gerakan Pramuka semakin menurun. Banyak yang menganggap ikut Pramuka hanya yang ingin kuliah di Fakultas Kehutanan. Padahal banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan Pramuka,” kata Bobby.
Bobby menilai berbagai keterampilan yang diajarkan, seperti kemampuan bertahan hidup di alam, mendirikan tenda, kepemimpinan, kerja sama, hingga kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Ia berharap pelaksanaan jambore tidak membebani peserta dengan pungutan biaya tambahan. Menurutnya, konsep tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi pelaksanaan jambore di daerah lain di Indonesia.
Selain menggandeng instansi pencegahan penyalahgunaan narkoba, Bobby menekankan pentingnya menjaga fasilitas dan keamanan peserta selama jambore dengan nyaman dan aman.
”Jambore ini menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, terampil, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Sementara, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan mengatakan, Jambore Daerah XI tidak hanya ajang pertemuan anggota Pramuka, tetapi dampak ekonomi masyarakat sekitar Sibolangit.
”Hingga saat ini antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sekitar 5.575 peserta dan pengunjung akan terlibat dalam euforia Jambore Daerah di kawasan wisata perkemahan Sibolangit,” ujarnya.
Menurut Dikky, penyelenggaraan jambore tahun 2026 dikemas secara modern melalui enam zona utama, yakni Zona Integritas, Zona Teknologi, Zona Outdoor Activity, dan Zona Keterampilan, Zona Permainan, serta Zona Penanggulangan Bencana.
Adapun materi yang diberikan juga dirancang untuk membekali peserta menghadapi tantangan masa depan, meliputi penguatan karakter, ketahanan pangan, keterampilan hidup, serta pemanfaatan teknologi.
Jambore Daerah XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara Tahun 2026 akan diikuti Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara menjadi wadah pembinaan generasi muda kreatif, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (OM-09/Diskominfo Sumut)
Bobby Nasution Dukung 5.575 Peserta Jamda XI Padati Bumi Perkemahan Sibolangit







