Madina Terbaik Nasional, Peringkat Pertama Pengelolaan DAK Subbidang KB

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution saat menerima peringkat pertama (OD 29)

MADINA | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemkab Madina berhasil meraih Juara 1 Nasional dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) untuk kategori Pagu Besar dalam Apresiasi Pengelolaan DAK Subbidang Keluarga Berencana (KB) Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Patmawati, kepada Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution.

Prosesi penyerahan berlangsung dalam acara Rapat Pengendalian Program dan Anggaran di Aula Perwakilan BKKBN Sumut, Selasa (28/04/2026).

Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran pemerintahan yang telah bekerja maksimal.

“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras bersama dan menjadi motivasi bagi kita semua. Ke depan, meski di tengah keterbatasan anggaran, kita harus tetap mampu merealisasikan target-target yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar Atika.

Atika menekankan bahwa tingginya realisasi anggaran bukan sekadar pencapaian administrasi, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam program pengendalian KB dan penurunan angka stunting.

“Alhamdulillah, angka stunting di Madina yang sebelumnya berada di angka 47,7 persen, kini turun tajam menjadi 22,2 persen, sedikit di atas rata provinsi, penurunan signifikan ini adalah hasil kerja keras kolektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Atika menjelaskan bahwa faktor utama penyebab tingginya angka stunting di wilayahnya berkaitan erat dengan keterbatasan infrastruktur, seperti akses sanitasi yang belum layak dan ketersediaan air minum bersih.

“Perlu dipahami bahwa angka 22,2 persen itu tidak berarti 22 dari 100 bayi yang lahir di Madina otomatis stunting. Faktor utamanya adalah infrastruktur pendukung kesehatan yang belum memadai, dan itulah yang terus kita benahi,” tutupnya.

Reporter : OD 29

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *