Medan  

Dituding Kinerja Tidak Beres, Mahasiswa Desak Copot GM PLN UID Sumut

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dari berbagai aliansi melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut) yang berada di Jalan Yos Sudarso. Foto/Rep-Lin/Dok

MEDAN | Pasca-sejumlah Aliansi Mahasiswa melakukan aksi unjukrasa di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut), mereka menyoroti sejumlah persoalan pelayanan listrik kepada masyarakat di daerah Sumatera Utara khususnya.

Dikonfirmasi terpisah, Darma Saputra (Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara) tetapi belum dijawab hingga berita ini diterbitkan oleh Redaksi.

Tuntuntan Aliansi Mahasiswa sebelumnya didasari pemadaman listrik beberapa waktu lalu yang dianggap masyarakat sebagai bentuk kelalaian pihak PLN, namun hingga saat ini belum ada bentuk pertanggungjawaban yang nyata berupa dispensasi yang diberikan kepada masyarat.

Tidak hanya itu, disampaikan oleh Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut Rahmat Situmorang, bahwa terdapat sejumlah titik dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke tambang bitcoin yang merugikan keuangan negara, namun diduga oknum pihak PLN sengaja menutupi persoalan tersebut.

”Kita secara tegas meminta pihak PLN UID Sumut untuk menindaklanjuti tuntutan dari kami yaitu melakukan investigasi di beberapa titik dugaan pencurian arus listrik yang telah kami sertakan dan berkoordinasi dengan APH untuk memberikan tindak lanjut hukum yang berarti,” tandas Rahmat Situmorang, Rabu (03/06/2026) seperti ditulis oleh lintas10.com.

Aksi Mahasiswa ini juga menuntut pihak PLN UID Sumut untuk bertanggung jawab secara moril maupun materil terkait dampak pemadaman listrik total (Blackout).

”Dengan memberikan kompensasi terhadap pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman listrik total (Material) dan mendesak UID PLN Sumut untuk mundur dari jabatannya,” kata mereka.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut sempat kecewa atas lambatnya pihak PLN UID Sumut merespon dan menemui mahasiswa tersebut hingga sempat terjadi dorong – dorong pagar hingga pembakaran ban tepat di pintu gerbang PLN UID Sumut.

Sementara itu, perwakilan PLN UID Sumatera Utara, yang belakangan menemui aksi massa mengatakan apresiasi terhadap kegiatan demonstrasi yang dilakukan di depan kantor UID PLN.

Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas para terduga pelaku pencurian arus listrik dan menyarankan untuk memberikan bukti foto dan videonya ujarnya kepada kelompok aksi.

Sementara itu, terkait blackout menurutnya pihak PLN Pusat telah melakukan tindakan sesuai prosedur perundang undangan, dan masih diproses mengenai blackout, katanya menjawab aksi tersebut.

Diduga Permainan PLN

Dilain sisi, hasil investigasi kru media ini sebelumnya, tambang bitcoin yang diduga mencuri arus listrik ditemukan di Jalan Binjai Km 11 dan 14, Jalan Gaperta, Klambir V dan di Kawasan Jalan Danau Singkarak, Kota Medan.

Jalan Setia Budi Pasar II, Jalan Setia Luhur (Plaza milenium) Jalan Masjid Setia Budi, Jalan Gaperta, Klambir V, Jalan Medan-Binjai, Jalan Swadaya Kampung Lalang, Jalan Jamin Ginting (Dekat simpang tuntungan).

Selanjutnya, juga di temukan pengoperasian tambang bitcoin diduga mencuri arus listrik di Amplas tepatnya di sekitaran SMK Taruna Tekno Nusantara, Kelurahan Tanjung Rejo Sunggal, Jalan Petunia IV.

Berlanjut di Jalan kapten Sumarsono serta di Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan di Jalan Sei Rotan/Jalan Medan Batang Kuis, serta yang berada di Jalan Pendidikan Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ironisnya, pascadisorot publik, pihak ULP PLN Medan Sunggal mengaku telah menindak aliran listrik ke Rumah Toko (Ruko) yang berada persis disamping Plaza Milenium yang diduga dipasok ke tambang bitcoin. Ironisnya, temuan penyelewengan itu hanya berakhir pada pemutusan arus aliran listrik saja tanpa kejelasan mengenai siapa dalang pencurian arus listrik serta sejauh mana pertanggungjawaban bagi oknum yang kepergok mencuri arus listrik tersebut.

Manager ULP Medan Sunggal Elis Nainggolan diwakilkan oleh Team Leader bernama Evriadi mengenai dugaan pencurian arus listrik yang berada di Jalan Setia Luhur, Kapten Muslim, tepatnya di Rumah Toko (Ruko) samping Plaza Milenium mengatakan sudah dua kali melakukan pemutusan arus listrik, dan setelah ramai pemberitaan dilakukan pemutusan arus listrik kembali untuk yang ketiga kalinya.

Keterangan ULP PLN Medan Sunggal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang sekuriti yang enggan dicatut namanya dalam pemberitaan yang menyaksikan pemutusan arus listrik tersebut membeberkan bahwa benar petugas PLN memutus kabel listrik ke dalam Ruko tersebut. (Red/TIM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *