Medan  

Pedagang Perlengkapan Sekolah di Pasar Suka Ramai Keluhkan Sepinya Pembeli

MEDAN|Pekan Depan Para Siswa Siswi Sekolah  akan kembali memasuki Tahun ajaran Sekolah Baru 2026/2027. Hal tersebut akan memerlukan  alat hingga kelengkapan utuk mengikuti pelajaran.

Seperti Buku tulis, Pulpen, penghapus Pensil dan segala keperluan pendukung dalam pelaksanaan belajar mengajar.

Para pedagang Alat tulis maupun Buku tulis sekolah pun mulai ramai. Seperti di jalan Sutrisno tepatnya samping pasar Suka Ramai Medan. Jum’at (10/7/2026)

Namun ramainya para penjual peralatan sekolah  tidak sebanding dengan konsumen yang membeli.Jajaran pedagang perlengkapan Sekolah sepi dari pembeli, para pedagang pun terlihat lesu.

“Jauh sekali lah perbandingan penjualan pada tahun lalu dibanding kan dengan tahun ini, saat ini paling ada 10 persen untuk penjualan,” ungkap Anton (65)  salah satu pedagang perlengkapan Sekolah.

Sedangkan untuk harga Anton juga mengatakan  ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang masih stabil.

” Untuk harga ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang masih tetap stabil tergantung merk lah,” terangnya

Sementara harga penjualan per kotaknya berisi  50 buku, sebelumnya dibanderol Rp. 50.000 sekarang menjadi Rp 60.000 hingga Rp.65.000.

Anton juga mengaku sudah berdagang Buku perlengkapan sekolah hampir puluhan tahun. Yang dulunya sempat berprofesi sebagai sopir angkutan umum.

Ia berharap pembeli kembali ramai seperti dulu dan harga tidak terus naik dan tetao stabil.

Hal senada juga di ungkapkan pedagang Buku lainnya Rita  yang mengatakan ekonomi sekarang lagi susah kekuatan masyarakat untuk membeli tidak ada.

“Saat ini minat membeli buku disini semakin berkurang dikarenakan kekuatan (Ekonomi) orang sudah tidak ada. Ditambah lagi kan ada baju seragam bantuan pemerintah dan dari pihak sekolah,” terangnya.

“Adapun seperti kami yang UMKM harusnya didukung. Semua mengeluh tadi orang/pedagang Pasar Simpang Limun pun ngeluh,” katanya.

Ia berharap kedepannya perekonomian kembali membaik agar pedagang kecil seperti kami bisa tetap makan. (OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *