Aceh  

Video Conference Saat Musrenbang, Kepala Bappeda Aceh Kagum Potensi Aceh Singkil

Berlangsungnya kegiatan Musrenbang meski dalam suasana pandemi COVID-19, Kamis (16/4)

ACEH SINGKIL – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh mengaku kagum dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Aceh Singkil.

Katanya, selain keindahan di Pulau Banyak, termasuk banyak sumber pariwisata lainnya yang akan menjadi daya tarik untuk datang ke Aceh Singkil.

Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Aceh Ir Helvizar, pada live tayangan video Conference, dihadapan Bupati Dulmusrid, Wabup Sazali serta kepala SKPK, saat berlangsungnya pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Aceh Singkil tahun 2021, di Aula Bappeda, Kamis (16/4/2020).

Helvizar juga menyebutkan, Pemerintah Aceh berkomitmen agar Kabupaten Aceh Singkil bisa menkadi poros utama pariwisata penopang ekonomi kerakyatan.

“Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Simeulue selama ini merupakan satu paket penopang pariwisata Aceh,” sebutnya.

“Aceh Singkil alamnya sangat dirahmati Allah, seperti hutan Rawa Singkil, Pulau Panjang dan lain-lainnya di Pulau Banyak. Pagi dan sorenya bagi wisatawan bisa menikmati pagi dan sore untuk melihat terbit dan tenggelamnya matahari (Sunset) nan indah,” sebutnya.

Selain potensi pariwisata, Helvizar juga menyinggung potensi perkebunan-perkebunan kelapa sawit Aceh Singkil yang sangat luas, seperti PT Socfindo yang sudah berdiri kokoh satu abad lebih, ucapnya, sekaligus berpesan agar masyarakat bisa rajin mencuci tangan dan tetap dirumah selama ancaman COVID-19.

Sementara itu Bupati Dulmusrid serangkaian membuka Musrenbang dengan Tema peningkatan kualitas ekonomi lokal yang berdaya saing mengatakan, beberapa program prioritas pada Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Aceh Singkil tahun 2021.

Diantaranya, peningkatan produksi pertanian, perikanan dan pengembangan sektor pariwisata dan sektor perikanan kelautan, serta infrastruktur yang terintegrasi.

Disamping itu katanya, kelautan dan perikanan merupakan sektor penghasil pendapatan terbesar. Sehingga menjadi prioritas tahun 2021.

Termasuk pengembangan pariwisata yang terus dilakukan lobi politik. Hingga ditargetkan bisa menjadi daerah penyangga sektor pariwisata danau Toba.

Katanya, untuk infrastruktur ditargetkan dapat meningkatkan konektifitas dengan kabupate tetangga. Serta memperlancar roda perekonomian masyarakat Aceh Singkil.

Disamping itu, lanjutan penerobosan jalan Singkil-Aceh Selatan juga telah masuk dalam program induk pembangunannya.

Sehingga kedepan, Singkil tidak hanya menajdi daerah tujuan, tapi menjadi daerah lintasan dari Sumut dan Aceh Selatan, ucap Dulmusrid.

Reporter : Saleh