LABUHANBATU – Kabupaten Labuhanbatu mendapat penghargaan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Sumut sebagai kabupaten terbaik.
Penghargaan itu didapat berdasarkan SK BPPD Provsu No 002-6/278/BPSU/V/2020 atas hasil rapat pleno penilaian penghargaan pembangunan daerah (PPD) kabupaten/kota se-Sumut tahun 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2020.
Selain Labuhanbatu, ada dua kabupaten lainya seperti Padanglawas Utara dan Samosir yang turut mendapat penghargaan tersebut.
Menurut Kepala Bappeda Kabupaten Labuhanbatu, Hobbol Z Rangkuti MM, Rabu (13/05/2020), penilaian tersebut berdasarkan peningkatan capaian beberapa aspek diantaranya aspek pencapaian pembangunan hingga 30 persen meliputi pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita.
Tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penganggur, kemiskinan, indeks pembangunan manusia, ketimpangan antar kelompok pendapatan (Gini Rasio).
“Dan ketimpangan regional, pelayanan publik, keamanan dan ketertiban, pengelolaan keuangan, transparansi dan akuntabilitas dan capaian pembangunan spesifik daerah,” ujar Hobbol.
Kedua aspek kwalitas dokumen RKPD (20%), meliputi keterkaitan RKPD 2020 dengan RPJMD, RKP 2020 serta perencanaan wilayah sekitarnya.
Konsitensi antar subtansi dalam dokumen RKPD 2020, kelengkapan dan kedalaman dokumen RKPD 2020 tingkat keterikatan perencanaan dalam dokumen RKPD 2020.
Ketiga, aspek proses penyusunan dokumen RKPD (30%), kualitas proses bottom-up dalam penyusunan RKPD 2020, kualitas top-down dalam penyusunan RKPD 2020, kualitas proses teknokratik dalam penyusunan RKPD 2020, dan kualitas proses politik dalam penyusunan RKPD 2020.
Keempat, aspek inovasi (20%) meliputi input inovasi, proses inovasi, output inovasi dan outcome inovasi.
Selain itu, 15 inovasi pembangunan daerah Kabupaten Labuhanbatu sesuai Permendagri No 90 tahun 2019 skor indeks inovasi daerah Kabupaten Labuhanbatu tahun 2019 yaitu 9.400 yang berada di urutan ke 35 kabupaten/kota se Indonesia.
“Kemudian urutan pertama untuk kabupaten/kota di tingkat Provinsi Sumatera Utara, yaitu 3 inovasi fungsi pelayanan publik, 5 inovasi fungsi pendidikan, 5 inovasi fungsi pelayanan kesehatan, dan 2 inovasi fungsi ekonomi,” tutup Hobol.
Reporter: Robert Simatupang







