Wak Mansyur Tetap Tegar Berusaha

Wak Mansyur Tukang Sol Sepatu di Jalan Panglima Denai Medan (orbitdigitaldaily.com-Syafii)

Pandemi Covid-19 yang nyaris melanda Indonesia hampir 9 bulan ini dengan sejumlah dampaknya tidak membuat Wak Mansyur Tukang Sol Sepatu (penjahit sepatu) menyerah, Wak Mansyur tetap tegar terus berusaha demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya kalau tak bekerja bagaimana dengan makan uwakmu perempuan di rumah dan cucuku,” kata Wak Mansyur, Senin (30/11/2020) sambil memperbaiki sol sepatu langganan Wak Mansyur di Jalan Panglima Denai Medan. Meski dengan tubuh yang sudah tua tapi Wak Mansyur tetap semangat mejahit sepatu langganannya.” Sehari lepaslah untuk makan ke rumah dan membeli perlengkapan sol sepatu ini,” kata Wak Mansyur.

Wak Mansyur menceritakan sejak adanya Pandemi Covid-19 ini pendapatkan agak sedikit menurun namun tidak membuat dirinya lantas lemah dan menurunkan aktivitas.” Kalau dilihat dari pendapatan ya pasti ada penurunan tapi itu jangan membuat kita terus melemah. Kata Allah SWT selagi kau mau berusaha rezeki pasti akan datang,” kata Wak Mansyur.

Mak Mansyur mengungkapkan dirinya sudah 20 tahun lebih menjadi tukang sol sepatu ini dan dari sol sepatu ini dirinya bisa menyekolahkan empat orang anaknya sampai ke bangku SMA.” Sekarang anak saya sudah menikah semua dan cucu-cucu saya ada yang tinggal denga saya dan ada yang ikut bersama orang tuanya. Bahkan ada anak saya bersuamikan polisi , mantu saya ada polisi,” kata Wak Mansyur.

Dalam berusaha kata Wak Mansyur kita harus fokus dan jangan murah menyerah, kita harus tetap berusaha karena rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.” Naik turun pendapatan itu adalah hal yang biasa namanya kita berusaha.Tapi jangan lupa Allah SWT juga sudah menjanjikan bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan. Dibalik Pandemi Covid-19 ini tentu ada hikmahnya,” kata Wak Mansyur lagi.

Yang jelas kata Wak Mansyur aku tetap ikut apa yang disampaikan pemerintah yakni menerapkan Protokol Kesehatan dengan melaksanakan 3 M , Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

” Ah sudahlah Nak , masih banyak sepatu orang mau kuperbaiki ini, kau masih muda jangan mudah putus asa aya tetap berusaha. Ini Sepatumu upahnya Rp10 ribu saja,” demikian Wak Mansyur mengakhiri pembicaraannya sambil menyerahkan sepatuku yang sudah selesai dijahit tapaknya. (Syafii)