Ia menambahkan, Loyalitas anggota HMI terhadap organisasinya tidak perlu diragukan lagi. Meski sudah tidak lagi merjadi anggota HMI, para alumni HMI itu masih aktif membangun kebersamaan dalam sebuah wadah yang disebut Korps Alumni HMI atau disingkat KAHM.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang pernah aktif di dalam HMI tidak akan pernah lekang termakan zaman, tidak pernah surut oleh usia, dan tidak pernah pudar oleh pergantian rezim.
Tak mengherankan, jika gerak dan langkah KAHMI kerap mendapat perhatian banyak pihak, apalagi anggotanya tersebar di berbagai bidang, dan tak sedikit yang memiliki posisi penting dan terhormat di masyarakat, yang suara dan pendapatnya diperhitungkan oleh rakyat dan pemerintah.
Menjadi anggota KAHMI tambah Iskandar, berarti memiliki jaringan persahabatan yang kuat dan unik. KAHMI adalah wadah tempat berbagi pengetahuan, dari senior kepada junior.
Ia juga menyebutkan, sebuah melting pot dari sekian banyak potensi, yang sanggup menciptakan iklim sehat bagi semakin bertumbuhnya bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Salah satu anggota KAHMI yang secara signifikan mengangkat dunia keilmuan Islam dimata dunia, sebut Iskandar, baru saja meninggalkan kita semua.
“Beliau adalah Profesor Azyumardi Azra, anak bangsa yang mendapat gelar ksatria dari Kerajaan Inggris Raya karena sumbangannya yang sangat berharga pada ilmu pengetahuan. Semangat Sir Azyumard Azra menyebarkan Ilmu sungguh patut diteladani, pada tahun 2002, beliau memperoleh penghargaan dari Penerbit Mizan, Bandung, sebagai Penulis Paling Produktif,” jelasnya.
Dalam tahun 1999 saja, ia meluncurkan enam buku tulisannya, atau rata-rata satu buku dalam dua bulan.
‘Ini adalah contoh luar biasa bagi para anggota KAHMI. Zaman boleh semakin maju, gawai boleh semakin canggih, namun membaca masih tetap menjadi kegiatan inteletual manusia yang paling dihormati. Karena itu, sebagai anggota dari sebuah perhimpunan kaum intelektual, sungguh tepat rasanya bila anggota KAHMI menjadi motor utama dari gerakar gemar menulis dan gemar membaca buku,” terangnya.
Menurutnya, pelaksaan Musyawarah Wilayah KAHMI ini adalah momen untuk memperkuat organisasi melalui pemilihan pengurus baru.
“Untuk itu, atas nama Pemerintah Aceh saya mengucapkan selamat bermusyawarah kepada segenap keluarga besar KAHMI Aceh. Semoga proses musyawarah ini berlangsung lancar, dan keberadaan KAHMI bisa lebih diperkuat di Aceh, sehingga tercipta organisasi yang kuat dan tangguh, yang mampu mendorong terjadinya perubahan yang semakin baik di daerah kita,” pungkas Pj Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan oleh Iskandar.
Reporter : Rusdi Hanafiah







